Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPAI Sebut Siswa SMP 132 Tewas Bukan karena Bunuh Diri atau Dibully

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2023 |17:35 WIB
KPAI Sebut Siswa SMP 132 Tewas Bukan karena Bunuh Diri atau Dibully
KPAI sebut siswa SMP 132 Cengkareng tewas bukan karena didorong atau dibully. (MPI/Riyan Rizki)
A
A
A

 

JAKARTA - Seorang siswa SMP 132 Cengkareng Jakarta Barat, berinisial DR (16), ditemukan tewas tepat di belakang sekolahnya. Korban diduga tewas setelah terjatuh dari lantai empat sekolahnya itu.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membantah korban meninggal dunia disebabkan bunuh diri atau didorong teman-teman sekolahnya.

“Kalau kemarin kita sempat mendapatkan info bunuh diri, diinfokan ada yang mendorong. Hari ini kita mendapatkan penjelasan bahwa tidak ada peristiwa bunuh diri dan didorong,” kata Ketua KPAI Ai Maryati Solihah kepada wartawan, Selasa (10/10/2023).

KPAI menegaskan penanganan terhadap kasus anak harus secara cepat sesuai undang-undang.

“Tetapi garis besarnya, KPAI sangat menghormati hasil dengan cepat sesuai UU karena tidak boleh berlama-lama untuk kasus-kasus anak. Ini faktanya berbeda bukan yang diinformasikan di awal, apalagi ada info peristiwa dipicu perundungan dan sebagainya,” ujarnya.

KPAI juga mendorong kepada pihak terkait seperti P3A, Suku Dinas Sosial, PPAPP, dan Dinas Sosial untuk memberikan dukungan kepada para siswa agar tidak timbul trauma.

“Karena ini situasi di luar batas pemikiran anak-anak kita pada saat ini. KPAI harap ada perhatian khusus, karena kita tidak mau ini menjadi peristiwa yang berulang. Ini yang terakhir,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Cengkareng, Kompol Hasoloan menuturkan sejauh ini pihaknya tidak menemukan adanya unsur bullying atau perundungan di kasus tewasnya siswa DR.

“Sampai sejauh ini dugaan bullying tidak ada, tidak ditemukan sejauh ini,” kata Hasoloan kepada wartawan, Selasa (10/10/2023).

Hasoloan menuturkan, pihaknya masih mendalami penyebab tewasnya pelajar tersebut sembari menggali keterangan dari lima saksi dan kamera pengawas atau CCTV.

“Ada titik CCTV (yang diperiksa), tapi kita harus analisa dulu mana yang meng-cover itu, apakah CCTV berfungsi dengan baik atau tidak,” tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement