JAKARTA - Program SMK gratis yang digagas Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo saat menjadi Gubernur Jawa Tengah potensi direplikasi di tingkat nasional. Apalagi, program yang digagas sejak 2014 itu juga menuai pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi mengungkapkan bahwa program tersebut perlu dikaji Kemendikbud dan direplikasi di provinsi-provinsi lain. Menanggapi hal tersebut, Ganjar menyatakan siap untuk mengaplikasikan program SMKN Jateng ke tingkat nasional jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024.
Ganjar meyakini akses atas pendidikan bagi semua kalangan merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Saya percaya akses atas pendidikan bagi semua kalangan adalah langkah yang paling penting untuk mengangkat harkat hidup manusia Indonesia, membuka akses pada pekerjaan, penghidupan yang lebih layak dan pada akhirnya mendorong simpul-simpul akselerasi perekonomian Indonesia,” ujar Ganjar.
Jika Ganjar menjadi Presiden RI, pengamat pendidikan Doni Koesoema menyarankan mengevaluasi semua SMK di Indonesia terlebih dahulu.
"Agar hanya yang benar-benar baik saja yang boleh beroperasi. SMK yang dilihat Pak Ganjar kebetulan adalah SMK bagus yang didukung industri. SMK di Kudus, misalnya, yang sudah bisa membuat animasi kelas dunia," kata Doni dalam keterangannya, Rabu 11 Oktober 2023.
Menurut Doni, belum semua SMK di Indonesia bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal ini menandakan masih banyak SMK yang beroperasi ala kadarnya.
"Ganjar belum lihat kondisi SMK lain di Indonesia yang tidak memiliki guru yang kompeten dan peralatan memadai. Yang seperti ada hampir 60 persen total SMK," kata Doni.
Adapun program SMKN gratis di Jateng telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa. Mereka berasal dari 3 SMKN Jateng yakni SMKN Jateng Semarang 825 lulusan, SMKN Jateng Pati 336 lulusan, dan 676 lulusan SMKN Jateng Purbalingga.
Pada tahun ini, sebanyak 258 siswa lulus di angkatan ke-7 dari tiga sekolah. Banyak dari mereka atau sekitar 70 persen lulusan sudah terserap di dunia kerja.
Bila dirinci mereka meliputi 113 lulusan diterima kerja, 22 lulusan diterima kuliah, 35 lulusan ikut kursus bahasa Jepang untuk kerja dan kuliah ke Jepang. Dan yang 10 lulusan ikut kursus bahasa Jerman.
Ganjar Pranowo juga menambah 15 SMK semi boarding di 15 kabupaten. Itu dilakukan Bacapres Partai Perindo itu untuk menampung siswa unggul dari keluarga miskin.
Adapun 15 sekolah tersebut dinamakan SMK Semi Boarding. Sebab, 30 siswa yang lolos seleksi masih belajar dengan siswa reguler meskipun mereka tinggal di asrama.
Doni menambahkan, sebelum mereplikasi program SMKN Jateng, Ganjar perlu mengubah paradigma SMK yang seolah hanya memproduksi pekerja tanpa memperhatikan kebutuhan industri. Untuk itu, pemerintah perlu menjembatani link and match antara kurikulum SMK dan industri.
Sehingga lulusan SMK mudah terserap di dunia kerja. "Apakah kita akan tetap seperti sekarang? Tidak ada bedanya lulusan SMK dengan SMA di mana anak SMK pun juga tetap bisa masuk di perguruan tinggi? Karena perubahan paradigma ini penting agar kita tidak sekedar memperbanyak SMK, tapi tidak mampu menjaga kualitas. Jadinya seperti sekarang, pengangguran tertinggi ada di lulusan SMK," tuturnya.
Pemerintah perlu siswa SMK agar melanjutkan pendidikan ke politeknik. Sehingga ilmu yang dipelajari lulusan SMK bisa diperdalam di tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan tidak sia-sia.
"Jalur SMK kurikulum diserahkan pada satuan pendidikan dan industri, pemerintah melakukan supervisi dan koordinasi. Jalur SMK harus tunggal, dari SMP, SMK, ke politeknik. Kalau tidak, akan tidak produktif dan buang-buang waktu dan biaya," pungkas Doni.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.