JAKARTA - Anggota Majelis Mahkamah Konstitusi (MKMK), Jimly Asshiddiqie memastikan bahwa dia akan independen menangani perkara laporan pelanggaran kode etik yang ditunjukan kepada Ketua MK, Anwar Usman dan 8 hakim konstitusi lainnya.
Kendatipun, Jimly memiliki kedekatan dengan Calon Presiden (Capres), Prabowo Subianto. Meski begitu, Jimly berjanji akan independen lantaran sudah disumpah saat dilantik menjadi anggota MKMK, di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa, (24/10/2023).
BACA JUGA:
"Enggak apa-apa, masing-masing ini kan bertiga, sekarang ini kan pendapat umum terbelah tiga. Ada kubu Ganjar, kubu Prabowo dan kubu AMIN. Biasa saja. Tadi kan sudah ada sumpah jabatan," ucap Jimly.
Kedekatannya dengan Prabowo itu disorot menyusul putusan soal batas usia minimal Capres Cawapres 40 tahun atau punya pengalaman sebagai kepala daerah yang diajukan oleh Almas Tsaqibbirru Re A dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK).
BACA JUGA:
Gugatan tersebut ditengarai untuk memuluskan Gibran Raka Buming Raka menjadi Cawapres. Sebab, dia baru berusia 36 tahun namun memiliki pengalaman menjadi Walikota Solo.
Benar atau tidak anggapan tersebut, sepekan pasca uji materiil itu dikabulkan MK, Gibran resmi diumumkan menjadi Cawapres mendampingi Prabowo Subianto, Minggu, (22/10/2023).
Lantaran putusan itu, sejumlah pihak pun melaporkan Ketua MK, Anwar Usman beserta 8 hakim lainnya dilaporkan ke MKMK atas dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim.
Lalu, MKMK pun dibentuk berisikan 3 tokoh yang berasal dari unsur masyarakat, hakim konstitusi aktif dan akademisi. Yakni Jimly Asshiddiqie (tokoh masyarakat) Wahidudin Adams (hakim konstitusi aktif) dan Bintan Saragih (akademisi bidang hukum).
BACA JUGA:
Keberadaan Jimly di MKMK pun dikhawatirkan bakal menimbulkan konflik kepentingan. Sebab dia punya kedekatan dengan Prabowo. Begitu pula anaknya, Robby Ferliansyah Ashiddiqie adalah pengurus Partai Gerindra.
"Independensi itu enggak usah diomongin, dikerjain saja. Nanti you nilai kalau sudah diputus. Dari pada retorika insya Allah saya independen enggak gitu. Etika itu bukan hanya soal retorika, dikerjain saja," kata dia.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.