Seperti diketahui, dalam upaya menjaga resiliensi ekonomi di Banyumas, UMP melakukan beberapa program strategis dalam rangka memberikan pelayanan dan fasilitas yang baik untuk keberlangsungan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Jebul mengatakan, “Perguruan tinggi harus memberikan manfaat dan keteladanan bagi masyarakat luas. Bukan sekadar mercusuar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun ekosistem dan menguatkan ekonomi kerakyatan.”
Oleh karena itu, pada aspek pertanian, UMP turut membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani Banyumas dengan menyediakan bibit kelapa kopyor, sehingga nilai jual produk tersebut akan bertambah. Kemudian, pihak kampus turut membantu petani dalam menyediakan bibit padi, serta mencetak petani milenial yang kreatif dan produktif, untuk tercapainya ketahanan pangan yang berdaulat dan sejahtera.
UMP juga berupaya menghadirkan Rumah UMKM, hingga sebagian lahan Kampus UMP didedikasikan untuk menunjukkan produk-produk UMKM Banyumas. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun mengapresiasi langkah UMP tersebut yang dinilai telah berhasil memfasilitasi pelaku usaha mulai dari hulu hingga hilir.
“Kami dedikasikan sebagian lahan UMP untuk bisa men-display produk UMKM yang kami kemas dalam acara Sunday Morning dan beberapa waktu lalu sudah kita laksanakan untuk acara Pasar Ramadhan terbesar di Purwokerto,” ujar pria yang pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMP ini.
Tak sampai di situ, UMP juga memberikan pendampingan pada aspek bisnis dan produk UMKM Banyumas agar bisa naik kelas. Berkat usahanya tersebut, Jebul pun dinobatkan sebagai Rektor Inspiratif dalam penggerak perguruan tinggi paling berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM oleh Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah (ASPIKMAS).

UMP menggelar Pasar Ramadhan dengan menggandeng pelaku UMKM . (Foto: dok UMP)