JAKARTA - Calon Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merespons saat disebut Geng Solo lantaran dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pasalnya, kedekatan Agus dan Jokowi dianggap sejumlah pihak akan mengganggu netralitas TNI di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Diketahui, putra dari Presiden Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka saat ini sedang ikut kontestasi Pilpres, yang menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
Agus menegaskan bahwa TNI punya aturan bahwa tidak boleh berpolitik praktis. Jika melanggar, maka akan mendapatkan hukuman disiplin bahkan pidana dari satuannya.
“Jadi tadi sudah disampaikan oleh panglima TNI bahwa kita punya koridor ya. Koridor yang pertama undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di mana pasal 39 menyampaikan bahwa TNI tidak boleh berpolitik praktis, kemudian juga apabila melanggar ada di undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu. Kalau melanggar bisa kena hukuman disiplin dari satuannya ataupun kena pidana ya,” kata Agus dalam keterangan kepada awak media di Istana Wapres, Selasa (14/11/2023).
“Jadi kita TNI akan mengacu ke situ koridor, kalaupun ada yang berbuat itu adalah oknum,” tegasnya.
Agus pun mengatakan bahwa kedekatannya dengan Presiden Jokowi hanya sebatas kedekatan pekerjaan, sama halnya saat dekat dengan Pimpinan Daerah lain seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat itu.
BACA JUGA:
“Kemudian disampaikan tadi kedekatan, karena saya itu bertugas itu tidak hanya di Solo bertugas itu. Setiap saya bertugas, contoh saya pernah di Palu saya Danrem disana, dengan Forkopimda saya dekat dengan pak Longki, Pak Pasha Ungu sebagai walikota dulu. kemudian juga terakhir saya Pangdam III saya dekat dengan Ridwan Kamil dengan Pak UU Wagubnya,” jelasnya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Agus juga mengatakan bahwa kedekatannya dengan Presiden Jokowi hanya dalam tugas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Kedekatan saya hanya kerja ya, jadi sebagai Forkopimda gitu ya.
“Jadi Forkompinda bekerja bersama-sama tujuannya untuk mempercepat pembangunan di wilayah tersebut, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita harus bekerja bersama-sama, tidak hanya aparat Pemda saja, dibantu oleh TNI Polri dan semua yang ada di wilayah tersebut. Jadi seperti itu ya,” pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.