Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Temui Ribuan TKI di Malaysia, Yenny Wahid: Ganjar Merakyat dan Mahfud Didikan Gus Dur

Awaludin , Jurnalis-Senin, 20 November 2023 |19:30 WIB
 Temui Ribuan TKI di Malaysia, Yenny Wahid: Ganjar Merakyat dan Mahfud Didikan Gus Dur
Yenny Wahid bertemu TKI di Malaysia sosialisasi Ganjar-Mahfud (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh, atau akrab disapa Yenny Wahid, melakukan silaturahmi dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, pada Minggu 19 November 2023.

Pada kesempatan yang dihadiri ribuan pekerja migran itu, Yenny menyampaikan orasi kebangsaan. Di awal pidatonya, Yenny memuji keberanian para pekerja migran yang rela meninggalkan negara Indonesia untuk mengadu nasib di negeri jiran. Apresiasi diberikan Yenny, karena pekerja migran tidak memiliki kemampuan bahasa asing sewaktu pertama datang ke Malaysia.

"Kalau ditanya lebih berani mana saya sama Ibu Bapak semua, maka Ibu Bapak jauh lebih berani dari saya. Padahal, saya ini anaknya Gus Dur, dan Gus Dur itu sudah pemberani, tapi saya kalah berani dibandingkan Bapak dan Ibu sekalian. Saya nggak berani meninggalkan keluarga, saya nggak berani meninggalkan kampung halaman, tapi Ibu Bapak semua meninggalkan kampung halaman demi mengadu nasib di negeri orang, demi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan keluarganya," katanya.

Dengan lugas pula, Yenny menyampaikan penghargaan dan penghormatan. "Luar biasa keikhlasan dan pengorbanan Bapak Ibu semua ini, saya hormat, karena telah mengambil langkah itu," ujar Putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Dalam kesempatan itu pula, Yenny mensosialisasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo - Mahfud MD. Menurutnya, ekonomi Indonesia ke depan bisa tumbuh lebih baik dan banyak tercipta lapangan kerja apabila kondusivitas di masyarakat terjaga, negaranya aman dan tidak ada pungutan liar, sehingga berbagai kalangan berminat membuka usaha.

"Oleh karena itu, kita berkumpul di sini untuk menyatakan dukungan kepada Ganjar - Mahfud. Kenapa Ganjar- Mahfud? Karena kalau dipikir secara intelektual, Pak Ganjar itu suka lari kencang orangnya, dekat dengan rakyat, sehingga mau mendengarkan suara hati masyarakat. Cocok nggak itu jadi pemimpin?" tanya Yenny pada peserta acara ini. "Cocok," jawab serentak para peserta pertemuan.

Adapun, sosok Mahfud MD yang mendampingi Ganjar,, lanjut Yenny, merupakan kader dan didikan langsung Gus Dur.

"Pak Mahfud MD didikan langsung Gus Dur, orangnya pemberani, orangnya punya komitmen untuk penegakan hukum, jujur dan antikorupsi. Cocok nggak untuk jadi pemimpin kita?" ujar Yenny Wahid lagi.

Direktur Eksekutif Wahid Fondation ini juga menekankan semua calon presiden yang ikut pada Pilpres kali ini adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Namun, kata dia, yang paling penting adalah yang cocok dengan hati.

Yenny pun mengutip Rasulullah Muhammad SAW bahwa dalam memilih pemimpin harus mengikuti kata hati, sebab hati mengetahui kebaikan dan keburukan, serta tidak bisa dibohongi.

"Jadi, kalau memutuskan untuk memilih Ganjar- Mahfud dipastikan itu suara hati kita. Tidak usah menjelek-jelekkan paslon lain," pintanya.

Yenny pun menegaskan bahwa ke depan Ganjar-Mahfud akan melanjutkan apa-apa yang sudah dibangun oleh Presiden Joko Widodo dan akan memperbaiki hal-hal yang dianggap masih kurang.

"Semua pemimpin punya kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya kita dukung, kelemahannya kita perbaiki. Setiap zaman membutuhkan pemimpinnya dan pada zaman sekarang membutuhkan pemimpin yang bekerja cepat, berkomitmen terhadap penegakan hukum, tentu adanya pada Ganjar- Mahfud," jelasnya.

Yenny pun menceritakan kedekatan sosok Mahfud MD dengan Gus Dur. Menurutnya, Mahfud MD memang sangat dekat dengan keluarga Gus Dur. Bahkan saat Gus Dur jadi presiden, Mahfud dipercaya menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

"(Mahfud MD) Orang sipil pertama yang menjadi Menteri Pertahanan. Sosoknya lengkap, pernah menjadi anggota DPR. Jadi, mengerti kalau bikin undang-undang itu seperti apa. Pernah jadi eksekutif, jadi menteri. Pernah juga di yudikatif, karena pernah jadi Ketua MK. Jadi, beliau lengkap. Kalau kita cari pemimpin yang bisa mengerti semua hal, semua perspektif, maka adanya di Pak Mahfud," ungkapnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement