Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah dan Asal Usul Bantargebang

Winda Rahmadita , Jurnalis-Jum'at, 24 November 2023 |16:32 WIB
Sejarah dan Asal Usul Bantargebang
Ilustrasi/Foto: Freepik
A
A
A

 

JAKARTA - Sejarah dan asal usul dari Bantargebang sangat menarik untuk diketahui.

Bantargebang, nama yang mungkin tidak lagi asing terdengar bagi warga Bekasi dan sekitarnya. Bantargebang adalah sebuah Kecamatan yang terletak di Kota Bekasi yang terkenal mulai dari perkampungan hingga pusat pengelolaan sampah yang besar.

Kecamatan Bantargebang memiliki kisah perjalanan yang panjang dan penuh lika-liku. Artikel ini akan menelusuri jejak sejarah dan asal usul yang mengambarkan evolusi Bantargebang hingga menjadi kehidupan perkotaan yang produktif.

 BACA JUGA:

Sejarah dan Asal Usul Nama Bantargebang

Di periode masa yang lampau, daerah Bantargebang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam, meskipun mayoritas penduduknya pada saat itu masih menganut agama Hindu. Berdasarkan cerita lama, sejarah dan asal usul Bantargebang berawal dari kisah kesaktian Syarif Hidayat.

Sebelum Pemerintah Kolonial Belanda berkuasa di Indonesia, Bantargebang menyaksikan kedatangan Syarif Hidayat, menantu dari pendiri Demak yaitu Raja Fatah pada sekitar abad ke-16.

 BACA JUGA:

Tujuan kedatangan Syarif Hidayat ke Bantargebang adalah untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam dan mengurus pemerintahan atas utusan Raja Demak. Setelah ia menjalankan tugasnya mulai dari Cirebon, Tasikmalaya, hingga Banten, sampailah ia di Bantargebang.

Saat ia datang, terjadi peristiwa tak terduga di mana terdapat seorang anak kecil yang terus menangis setelah menjalani proses sunat pada sebuah acara hajatan. Kejadian tersebut cukup membingungkan para warga setempat karena tidak ada cara yang dapat membuat anak tersebut berhenti menangis.

Yang lebih membingungkan, anak kecil tersebut terus menyebutkan permintaan yang tak satupun orang dapat mengerti. Di tengah kebingungan, Syarif Hidayat yang menyaksikan datang dan memberi tahu bahwa sang anak meminta Ban (sabuk) dan meminta untuk diambilkannya di Pohon Gebang (seperti pohon palem) di halaman.

Sesaat setelah Ban tersebut diberikan, tangisan anak tersebut pun segera terhenti. Masyarakat yang menyaksikan merasa terkesan oleh kemampuan Syarif Hidayat sehingga sejak saat itu, wilayah kampung tersebut dinamakan Kampung Bantargebang.

Peristiwa kesaktian Syarif Hidayat tersebut lah yang menjadi asal usul nama Bantargebang yang ditelusuri dari kata Ban, Latar, dan Gebang. Kata Ban memiliki arti Sabuk atau Amben, Latar merujuk pada tempat atau pelataran, dan Gebang yang merupakan nama pohon tertentu, yaitu pohon Gebang.

Setelah peristiwa tersebut, Syarif Hidayat kemudian menetap di kampung Bantargebang dan menjalani seluruh hidupnya di sana. Syarif Hidayat pun memiliki nama lainnya yaitu Mbah Kyai Wali Husein atau yang dikenal dengan Mbah Husein hingga pada akhir hayatnya.

Pembentukan Desa Bantargebang

Pembentukan Desa Bantargebang bermula setelah Belanda menyerah pada Jepang pada tahun 1942, Kampung Bantargebang dipimpin oleh Bapak Saiten sementara Kampung Cikiwul dipimpin oleh Bapak H. Patonah.

 BACA JUGA:

Pada tahun 1950, kedua kampung tersebut pun disatukan hingga menjadi satu desa dengan Kepala Desa yaitu Bapak Saiten. Awalnya, desa tersebut diberi nama Sukawayana hingga pada akhirnya berganti menjadi Layungsari.

Pada 1993, Desa Layungsari mengalami perpecahan hingga menjadi dua desa, yaitu Desa Ciwikul yang dipimpin oleh M. Harun dan Desa Bantargebang yang dipimpin oleh H.M. Nur Hasanuddin Karim.

 BACA JUGA:

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bekasi No.2 Tahun 2002 tentang Penetapan Kelurahan, semua desa di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan, termasuk Desa Bantargebang yang kemudian berubah menjadi Kelurahan Bantargebang.

Hingga kini, Bantargebang menjadi sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Indonesia dengan 4 kelurahan yaitu, Kelurahan Bantargebang, Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Ciketing Udik, dan Kelurahan Sumur Batu.

Itulah sejarah panjang serta asal usul dinamakannya Bantargebang yang membentuk kisah menarik hingga menjadi sebuah wilayah yang produktif.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement