JAKARTA - Sosok Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD disebut dapat memperoleh dukungan dari pemilih yang bersifat rasional dan cenderung mengedepankan adu gagasan dalam Pilpres 2024.
Tidak hanya itu, menurut Pengamat Politik Emrus Sihombing, rekam jejak dan pengalaman Mahfud MD sebagai Calon Wakil Presiden Ganjar Pranowo dalam Pemilu 2024 juga dianggap sebagai faktor daya tarik bagi pemilih yang berpikiran rasional.
"Pak Mahfud dapat meningkatkan jumlah suara, terutama jika pemilihnya adalah orang-orang yang berpikiran rasional, menekankan pada rasionalitas, dan mengedepankan adu gagasan. Mereka bukanlah pemilih yang telah dimanipulasi. Pemilih kita saat ini memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi," ujar Emrus dalam keterangannya pada Jumat (24/11/2023).
Lebih lanjut, Emrus menambahkan bahwa pemilihan Mahfud MD sebagai Calon Wakil Presiden didasarkan pada integritas, profesionalisme, dan kapabilitasnya.
"Keputusan ini merupakan keputusan yang tepat berdasarkan pada integritas, profesionalisme, dan kapabilitas. Saya yakin rakyat Indonesia akan membuat keputusan dengan jelas," jelas Emrus
Kemampuan Mahfud tentunya akan semakin terlihat saat debat antara calon presiden dan wakil presiden nanti.
"Jadi, sekali lagi, Mahfud MD dapat meningkatkan jumlah suara. Jika kita melihat hasil survei, masih ada pemilih yang belum pasti dan pemilih yang belum memutuskan. Mereka termasuk golongan pemilih rasional yang belum membuat keputusan, walaupun mereka sudah memiliki preferensi," ungkapnya.
Emrus percaya bahwa pasangan Ganjar-Mahfud memiliki peluang besar untuk memenangkan Pemilihan Presiden 2024 hanya dalam satu putaran.
Namun, jika terpaksa melanjutkan ke putaran kedua, suara yang awalnya mendukung pasangan lain kemungkinan besar akan berpindah ke Ganjar-Mahfud.
"Jika pasangan lain mengalami kekalahan, saya yakin mereka akan memberikan suara dan dukungan kepada Ganjar-Mahfud pada putaran kedua, karena ada kedekatan politik dan aspek psikologis politik yang memainkan peran penting," tambah Emrus.
Mahfud MD Keluarkan Dalil untuk Kemajuan Indonesia
Sementara itu, Mahfud MD memperkenalkan slogan yang diadopsi bersama Ganjar Pranowo, menyatakan bahwa konsep tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan Ganjar-Mahfud ke depan.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menjelaskan bila Anies-Cak Imin membawa perubahan, sementara Prabowo-Gibran membawa kelanjutan, maka pasangan Ganjar-Mahfud membawa tekad yang berbeda.
Mahfud menegaskan komitmennya untuk membawa perbaikan pada Indonesia di masa depan.
"Jika posisi Anies adalah perubahan, yang sering disebut sebagai perubahan total, dan posisi Prabowo adalah kelanjutan, bagi kami, ada prinsip setelah fikih," ujar Mahfud saat mengikuti uji publik di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Kamis (23/11/2023) siang.
Mahfud menjelaskan bahwa dalam ilmu Islam terdapat istilah "al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil aslah."
Ia menyatakan bahwa makna dari ajaran tersebut adalah mempertahankan yang lama asalkan baik, dan mengganti yang baru dengan yang jauh lebih baik lagi.
"Pertahankan yang lama asalkan baik, ambil yang baru asal lebih baik, itu artinya perbaikan," jelasnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.