Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Program KTP Sakti Ganjar-Mahfud, Penyaluran Bansos Tepat Sasaran dan Mudah Diawasi

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Selasa, 19 Desember 2023 |13:14 WIB
Program KTP Sakti Ganjar-Mahfud, Penyaluran Bansos Tepat Sasaran dan Mudah Diawasi
Ganjar-Mahfud MD (MPI)
A
A
A

 

YOGYAKARTA - Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan melanjutkan program bantuan sosial (bansos) yang dijalankan pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ganjar pun akan menyempurnakan penyaluran bansos dengan membuat sistem Satu Data Indonesia, melalui program Satu Kartu Terpadu Indonesia atau KTP Sakti.

Terkati hal tersebut, Pakar Hukum Tata Negara Benediktus Hestu Cipto Handoyo mengatakan, KTP Sakti merupakan upaya untuk mewujudkan single number identity atau satu identitas. Dalam perspekstif sistem pemerintahan digital sebenarnya sudah dirumuskan dalam RUU Sistem Pemerintahan Digital.

Dengan menggunakan satu identitas, semua administrasi pemerintahan akan menjadi satu big data dengan mempergunakan super apps yang canggih.

“Dalam konteks ini, UU Tentang Perlindungan Data juga sudah ada. Sehingga program KTP Sakti sebenarnya merupakan implementasi yang mendahului RUU Sistem Pemerintahan Digital. Namun dasar hukumnya masih tetap ada yakni Perpres Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” kata Hestu dalam keterangannya, Selasa (19/12/2023).

Dalam dunia e-government model pemerintahan berbasis digital, sudah sampai pada tingkatan Governant 5.0. Sementara itu, saat ini Indonesia baru berada di tingkatan Governant 2.0.

“Jadi ide KTP Sakti memiliki jangkauan ke depan, menjadi solusi untuk mengejar Indonesia menuju Governance 5.0. KTP Sakti ini juga dapat dipergunakan untuk penyaluran dana bantuan termasuk identity BPJS dan lain-lainnya,” kata dosen pengajar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini.

Agar bisa mewujudkan gagasan itu, diperlukan sinergitas lintas sektor dan lintas bidang. Bahkan, gagasan tersebut sejatinya memberikan ruang koordinasi antar kementerian dan lembaga (K/L) dalam melaksanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan sebagai konsekuensi negara welfare state.

“Dengan satu data lewat single number identity maka seluruh bantuan akan tepat sasaran dan kontinyuitas bantuan akan tercatat secara sistem elektronik, yang pada akhirnya transparansi akuntabilitasnya terjamin,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement