Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TPN Ganjar-Mahfud Pastikan Berikan Pendampingan Hukum terhadap Relawan Korban Penganiayaan Oknum TNI

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Senin, 01 Januari 2024 |17:08 WIB
TPN Ganjar-Mahfud Pastikan Berikan Pendampingan Hukum terhadap Relawan Korban Penganiayaan Oknum TNI
Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan hukum terhadap relawan korban penganiayaan oknum TNI. (MPI/Jonathan Simanjuntak)
A
A
A

JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud memastikan akan memberikan dukungan dan pendampingan hukum terhadap relawan yang menjadi korban penganiayaan oknum anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah. TPN memastikan akan mengawal kasus ini secara serius.

“Kami sangat serius. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. TPN sudah bergerak dan akan terus beri dukungan dan pendampingan hukum sampai kasus ini tuntas,” kata Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid dalam konferensi pers, Senin (1/1/2024).

Arsjad memastikan, baik pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berdiri bersama korban. Bahkan Ganjar, menurutnya, juga sudah menunjukkan aksi nyata dengan menjenguk para korban.

“Kami sangat berharap mereka bisa segara pulih sehat walafiat seperti sedia kala,” katanya.

Arsjad meminta agar pesta demokrasi Pemilu dilaksanakan dengan menghindari bentuk kekerasan dan pelanggaran.

“TPN mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi pemilu termasuk tim paslon 1 dan 2 untuk sama-sama menghindari dan mengutuk segala bentuk kekerasan kecurangan dan pelanggaran demi terjaganya suasana Pemilu yang damai, adil, dan martabat. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Sebelumya, sebanyak 15 anggota Kompi B Yonif Raider 408/Sbh di Kabupaten Boyolali tengah diperiksa di Denpom IV/4 Solo buntut kasus penganiayaan terhadap simpatisan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD Sabtu (30/12/2023) siang.

Sejauh ini belum ada anggota yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, Minggu (31/12/2023).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement