Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahfud MD Ingin Diingat Masyarakat Sebagai Lilin Langka, Miliki Makna Mendalam

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 17 Januari 2024 |14:38 WIB
   Mahfud MD Ingin Diingat Masyarakat Sebagai Lilin Langka, Miliki Makna Mendalam
Mahfud MD (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menjadi salah satu sosok penting dalam jalannya pemerintahan Kabinet Indonesia Maju. Jam terbangnya di dunia politik pun sudah tidak diragukan lagi. Meski memiliki sejumlah pencapaian, namun, Menko Polhukam ini terkenal sebagai sosok yang rendah hati.

Alih-alih ingin dikenal sebagai salah seorang sosok yang penting di Tanah Air, Mahfud MD justru mengaku ingin meninggalkan catatan dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Bak lilin yang menerangi dunia, ia mengaku ingin dikenal sebagai seorang yang jasanya kepada bangsa akan selalu dikenang.

“Saya ingin tercatat di dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia ini,” ujar Mahfud MD, dilansir dari akun YouTUbe Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu, (17/1/2024).

“Ada loh orang yang setiap masa itu ada ketika dunia ini gelap, pasti ada satu lilin, dua lilin, tarolah pertama di era Pak Soeharto itu kan banyak juga orang bagus. Setiap masa itu selalu ada. Saya ingin ketika saya di pemerintahan saya menjadi lilin yang jarang ditemukan oleh orang itu,” sambungnya.

Mahfud lantas mengungkapkan alasan mengapa dirinya ingin menjadi sosok ‘penerang’ bangsa dan menjadi sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Salah satunya yakni agar masyarakat memiliki harapan.

“Agar masyarakat ke depan punya harapan, itu aja,” ungkapnya.

Karena itu, Mahfud memastikan bahwa dirinya memiliki prinsip yang teguh untuk menjadi sosok yang akan menjadi panutan seluruh bangsa Indonesia.

Salah satu yang terpenting adalah dengan menerapkan prinsip transparan dan anti terhadap praktek KKN alias Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

“Oleh sebab itu ya saya benar, nggak pernah, tekanan politik misalnya, kalau nyuap sudah pasti saya tolak, ada orang mengantarkan, ndaklah saya bilang, ada orang juga maksa-maksa datang ke kantor saya, bawa uang, dikembalikan,” tuturnya.

“Terus dia bilang, saya tahu bapak perlu dana, saya laporkan ke KPK, nah ini ada orang, orang baik ngasih uang, nggak mau dikembalikan, gimana kalau saya serahkan ke KPK aja. Ada kalanya KPK nerima, tapi orangnya dipanggil. Pokoknya ada kewajiban saya, kalau saya dikasih orang, kalau tidak dikembalikan ke orangnya, titipkan ke KPK. Itu aja kok,” tegasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement