JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan TNI akan menjaga sikap netralitas selama masa Pemilu 2024. Hal itu akan tetap dilakukan meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) memihak atau berkampanye pada salah satu paslon tertentu.
Agus memastikan bahwa netralitas TNI diatur pada Undang-Undang dimana anggota TNI aktif dilarang terlibat politik praktis. Ia pun menegaskan bahwa TNI akan mengikuti peraturan yang ada.
"Untuk masalah netralitas, saya rasa secara Undang-Undang TNI kita sudah jelas bahwa TNI aktif tidak boleh berpolitik praktis," ucap Agus di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (1/2/2024).
Mantan KSAD itu juga menegaskan aturan UU Pemilu juga melarang tegas TNI yang tidak netral. Menurutnya TNI yang tidak taat aturan itu bisa dikenakan sanksk administratif hingga pidana.
"Akan kena tindakan pidana ataupun teguran dari satuannya. Kita ikuti saja koridor itu," tutupnya.
Agus juga mengimbau agar masyarakat tetap mengawal seluruh rangkaian proses Pemilu. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecurigaan soal adanya kecurangan.
"Dan yang paling penting dalam pelaksanaan pemilu dan pencoblosan nanti dimana disitu ada KPU, Bawaslu dan seluruh elemen partai politik semua mengawasi pelaksanaan itu, sehingga tidak terjadi kecurangan," ucapnya.
"Saya rasa juga masing-masing kelompok mengawasi sehingga tidak ada kecurigaan pada pelaksanaan pencoblosan," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.