Ditanya kenapa baru mundur saat ini, Ahok mengatakan sebenarnya sudah ingin mundur sejak lama. Namun, ia menunggu RUPS karena ia ingin memastikan Pertamina bekerja sesuai aturan.
Misalnya, ia ingin memastikan bahwa rencana kerja perusahaan dan KPI sudah di RUPS-kan. Ia juga memastikan Pertamina menghemat minimal 45 persen dari pengadaan barang terlaksana.
"Makanya harus saya pastikan dulu di RUPS. Dan saya juga ingin ada Direktur Risiko di Pertamina. Kemarin sudah dilantik, makanya saya berani melepas," tegasnya.
Disinggung apakah pejabat lain yang ikut kampanye juga harus mundur, Ahok mengatakan semua harus taat konstitusi. Namun ia enggan berkomentar terkait menteri dan kepala daerah yang saat ini ikut kontestasi pada Pilpres 2024, apakah sebaiknya mundur atau tidak.
"Kalau menteri dan kepala daerah kan katanya nggak perlu mundur. Meskipun Pak Mahfud MD memilih mundur," ucapnya.
Usai mundur, Ahok mengatakan akan fokus kampanye untuk Ganjar di DKI Jakarta dan sekitarnya. Ia akan total bergerak memenangkan Ganjar Mahfud di sisa hari menuju pencoblosan 14 Februari nanti.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.