Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratusan Petugas KPPS di Bandung Sakit, Dinkes: Mayoritas Maag dan Diare

Agus Warsudi , Jurnalis-Sabtu, 17 Februari 2024 |00:30 WIB
 Ratusan Petugas KPPS di Bandung Sakit, Dinkes: Mayoritas Maag dan Diare
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat, ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Bandung terserang beberapa penyakit. Mayoritas mereka mengeluhkan sakit maag, diare, dan hipertensi atau darah tinggi.

Hingga Jumat (16/2/2024), total petugas KPPS yang sakit sebanyak 348 orang. Mereka terserang penyakit kelelahan dan terlambat makan.

"Kemarin itu sampai Kamis (15/2/2024) pagi ada sekitar 183 yang sakit dan mendapat pengobatan dari tim kesehatan pemilu. Hari ini pukul 12.00 WIB menjadi 348 orang yang sakit," kata Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian, Jumat (16/2/2024).

Anhar Hadian menyatakan, para petugas KPPS mulai merasakan sakit setelah melaksanakan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara. Mereka yang sakit mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Saat ini mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. Namun satu orang masih dirawat di rumah sakit karena sakit batu empedu.

"Yang di rumah sakit sudah pulang, kecuali masuk kemarin (satu orang). Sedangkan yang 300 sekian orang ditensi dikasih obat, tidak ada laporan tambah parah. Mereka istirahat, cukup sehat," ujar dia.

Kadinkes menuturkan, para petugas KPPS mengalami kelelahan karena mereka bekerja lebih dari 24 jam sejak H-1 pencoblosan hingga penghitungan suara, Rabu-Kamis (14-15/2/2024) dini hari. Selain itu, gangguan pencernaan dialami para petugas KPPS karena terlambat makan.

"Mereka sudah standby di TPS dari pukul 05.30 WIB, jadi tidak sempat sarapan sampai pukul 12.00, baru makan siang. Ini jadi salah satu penyebab," tutur Kadinkes.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement