Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berbekal Takbir, Jagoan Silat Gempur Konvoi Serdadu Inggris di Kranji Bekasi

Awaludin , Jurnalis-Senin, 18 Maret 2024 |02:31 WIB
 Berbekal Takbir, Jagoan Silat Gempur Konvoi Serdadu Inggris di Kranji Bekasi
Serdadu Inggris yang bersiaga di Stasiun Kranji Bekasi (foto: IMW)
A
A
A

Izin yang diterima Moeffreni dengan satu syarat. Mereka harus mau dididik dasar-dasar kemiliteran terlebih dulu, agar spirit dan bara bela negara mereka tak sia-sia jika berhadapan dengan musuh macam NICA (Nederlandsch-Indische Civiele Administratie) atau Inggris yang jelas-jelas, pemenang Perang Dunia II.

“Saudara boleh di (front) depan, tapi sebelumnya saudara diberikan beberapa pengetahuan militer dulu, supaya serangan itu efektif,” cetus Moeffreni dalam buku yang disusun keluarga besar Moeffreni terbitan 1999.

Selain dilatih kemiliteran oleh para instruktur dari organik Resimen V, para jago silat itu juga sedikitnya dibekali granat. Setidaknya itu yang bisa disumbangkan tentara republik, lantaran senjata api masih jadi barang yang terbatas persediaannya.

Para jago silat itu juga tetap dengan pakaian seadanya mereka bak petani pada umumnya di zaman itu. Hingga tiba satu rombongan konvoi ranpur Inggris yang dikuntit serdadu Belanda merangsek ke wilayah republik hingga ke Rawa Pasung, Kranji, 29 November 1945.

Para jago silat “menyamar” layaknya rakyat biasa. Beragam sajam mereka sembunyikan di balik pakaian dan ketika beberapa yang ditugaskan menutup pintu perlintasan kereta merampungkan “blokade”, lantang suara takbir “Allahu Akbar...Allahu Akbar!”, jadi pengawal serangan mendadak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement