TIMIKA - Tailing sebagai material sisa tambang sering diasumsikan mengandung racun dan berbahaya.
Namun, hal itu diluruskan oleh Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas. "Kalau ada yang bilang bahwa tailing itu beracun dan berbahaya, hingga ikan dan lainnya mati, itu tidak benar sama sekali," kata Tony Wenas di lokasi Mil 21 PT. Freeport Indonesia, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (15/8/2024)
Tony Wenas lantas menunjukkan contoh konkret di Mil 21 yang selama ini sebagai lokasi pembuangan tailing PT. Freeport Indonesia. Lokasi ini sekarang tetap subur dan flora-fauna pun hidup dengan baik.
Mil 21 PT. Freeport Indonesia bisa menjadi contoh karena di lokasi ini sekarang aneka tumbuhan dan buah tumbuh subur. Bahkan ada ternak ikan dan sapi.
Dalam kesempatan yang sama Vice President (VP) Environmental PTFI Gesang Setyadi juga menjelaskan di Mil 21 ini juga ada fasilitas lainnya seperti penangkaran kupu-kupu dan juga penangkaran kura-kura untuk dilepasliarkan. Termasuk juga burung dan tumbuhan khas Papua.

Rencana selanjutnya, kata Gesang, PTFI akan membangun museum tambang di Mil 21 ini. Tujuannya agar masyarakat maupun siswa/mahasiswa bisa belajar bagaimana Freeport memulai tambangnya hingga sekarang menjadi tambang bawah tanah terbesar di dunia.
Saat ini di Mil 21 sebenarnya sudah ada lokasi diorama menggambarkan berbagai jenis satwa yang ada di Papua.
"Nantinya diorama ini akan dibawa juga untuk melengkapi museum tambang yang secara desain jauh lebih modern," jelas Gesang Setyadi.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.