Ia mengatakan, membaca kitab suci Alquran disebut dengan mengaji. Untuk itu, Suswono menilai tak ada yang perlu dikhawatirkan akan kegiatan mengaji.
"Bahwa ada selentingan dengan maghrib mengaji adalah isu sara. Saya kira itu salah besar," tegasnya.
"Maghrib mengaji adalah pembekalan kepada anak-anak kita yang muslim tentu saja, agar dia mampu membaca Alqurannya dengan baik, dari mulai membacanya. Kemudian harapannya bisa memahaminya. Dan tentu harapan lebih jauh lagi adalah diia bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Dengan begitu, kata Suswono akan lahirlah generasi yang soleh dan cendekiawan. Ia menegaskan, hal itu menjadi harapannya pada generasi muda.
"Oleh karena itu sekali lagi bagi mereka yang salah tafsir atau salah paham bahwa maghrib mengaji adalah merupakan isu SARA adalah sekali lagi saya tegaskan, itu salah besar," tegas Suswono.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.