"Setiap pedagang beda-beda harganya, ada yang Rp150 Ribu sampai Rp300 ribu untuk lapak pedagang yang ramai. Kalau ada nolak nanti lapaknya diacak-acak lalu diganti pedagang baru," kata Ridwan
Warga lainnya, Rahmat meminta Kapolri, Jaksa Agung dan Presiden Prabowo untuk turun tangan. Perbuatan Jupri mulai meresahkan warga hingga pedagang.
"Saya minta pak Prabowo sebagai presiden mendengar apa yang jadi keluh kesah kami sebagai warga. Jangan sampai ada orang seperti Jupri yang menari-nari di atas penderitaan kami," kata Rahmat.
Rahmat mengatakan keributan beberapa waktu lalu yang terjadi karena warga sudah kesal. Ulah Jupri sudah mulai kelewatan batas.
"Karena selama ini sudah banyak laporan ke polisi, dia ini selalu licin dari proses hukum kalaupun di tangkap enggak pernah dihukum lama. Salah satu korbannya pemilik warung R.M Puncak," kata Rahmat.
Rahmat meminta aparat penegak hukum untuk tegas terhadap Jupri. Ia berharap Jupri dan kelompoknya mendapat hukuman berat.
"Jangan sampai dia bebas lagi, kalau bebas aksi premanisme kembali lagi, karena warga juga resah dia selalu gunakan bangunan yang disegel itu untuk transaksi narkoba, kemarin dia ke tangkap pas dilakukan tes urine positif. dengan tidak adanya dia, sekarang sudah kondusif. Sebagian pedagang juga mau direlokasi," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.