Trump mengatakan, ini adalah "sumber yang sangat penting di pihak lain" dan ia berharap laporan tersebut benar.
Terkait aksi militer, Trump masih mengamati. "Kita akan mengamati dan melihat bagaimana prosesnya," ucapnya.
Kantor berita Reuters, mengutip para diplomat, melaporkan meskipun beberapa personel telah diperintahkan untuk meninggalkan pangkalan udara Al-Udeid, tidak ada tanda-tanda langsung sejumlah besar pasukan diangkut dengan bus seperti beberapa jam sebelum serangan Iran tahun lalu.
Berbicara kepada Fox News pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Donald Trump.
"Tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang Anda lakukan pada bulan Juni.. Anda tahu, jika Anda mencoba pengalaman yang gagal, Anda akan mendapatkan hasil yang sama," ucapnya.
Protes terbaru di Iran dimulai pada akhir Desember setelah runtuhnya mata uang dan ketika negara tersebut menghadapi biaya hidup yang melonjak.
Protes tersebut dengan cepat meluas menjadi tuntutan perubahan politik dan menjadi salah satu tantangan paling serius bagi rezim ulama sejak revolusi Islam 1979.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan bahwa sejauh ini mereka telah mengkonfirmasi pembunuhan 2.403 demonstran, serta 12 anak-anak, meskipun terjadi pemadaman internet. Lebih dari 18.434 demonstran telah ditangkap selama kerusuhan, demikian laporan kelompok tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)