Kendati Gus Ipul mengakui data di dalam desil ini masih belum sempurna. Menurutnya, perlu pemutakhiran data yang lebih komprehensif.
“Karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-ground check sekitar 12 juta KK lebih,” tuturnya.
“Padahal, seharusnya lebih dari 35 juta KK. Maka, itulah kami kemudian bekerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita dari tahun ke tahun makin akurat,” pungkas Gus Ipul.
(Arief Setyadi )