Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pendaki Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Evakuasi Berlangsung Dramatis dengan Helikopter

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2026 |12:37 WIB
Pendaki Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Evakuasi Berlangsung Dramatis dengan Helikopter
Pendaki Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani, Evakuasi Berlangsung Dramatis
A
A
A

JAKARTA - Seorang pendaki asal Malaysia, Chye Connsynn (41), terjatuh di jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim SAR melakukan evakuasi medis udara dengan helikopter pada Selasa (26/5/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, pendaki perempuan tersebut diterbangkan ke Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan operasi evakuasi udara sempat tertunda karena terkendala cuaca berupa kabut tebal di kawasan Pelawangan 2 Sembalun.

"Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman," ujar Hariyadi.

Setelah kondisi cuaca membaik pada Selasa pagi, helikopter milik PT SGI Air Bali kembali diberangkatkan. Helikopter lepas landas pukul 08.05 WITA dari Lapangan Sembalun menuju Pelawangan 2 Sembalun untuk melaksanakan evakuasi medis udara.

Korban kemudian berhasil dipindahkan ke dalam helikopter dan diterbangkan dari Pelawangan 2 menuju Bali pada pukul 08.17 WITA.

Helikopter mendarat di helipad Benoa, Bali pada pukul 09.05 WITA. Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur, Bali, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Peristiwa ini bermula pada Senin (25/5), saat Kantor SAR Mataram menerima laporan adanya pendaki asal Malaysia yang terjatuh ketika turun dari puncak Gunung Rinjani menuju jalur pelawangan. Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya, lalu dievakuasi oleh porter dan pemandu ke Pelawangan 2 Sembalun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung dikerahkan ke lokasi. Untuk mempercepat penanganan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterbangkan dari Bali.

Namun, upaya evakuasi pada Senin sore belum dapat dilakukan karena kawasan Pelawangan 2 Sembalun diselimuti kabut tebal. Kru helikopter yang sempat bermanuver mencari celah pendaratan akhirnya memutuskan kembali ke pangkalan di Bali karena jarak pandang sangat terbatas.

 

Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica Clinic, korban tidak dipindahkan sementara waktu untuk menjaga stabilitas kondisinya. Selama penundaan, korban tetap dalam pengawasan intensif oleh perawat dan tim SAR gabungan di lokasi.

Keberhasilan operasi SAR ini melibatkan sinergi sejumlah pihak, antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), PT SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic dan tim medis, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan pemandu yang mendampingi korban selama proses evakuasi.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement