JAKARTA - Korea Utara dilaporkan telah menguji coba berbagai rudal balistik taktis, roket artileri, dan rudal jelajah presisi yang dirancang untuk peperangan modern dengan aplikasi tempur yang ditingkatkan. Menurut laporan kantor berita negara KCNA, uji coba tersebut dilakukan di bawah pengawasan langsung pemimpin Kim Jong-un.
Dilansir TRT, uji coba tersebut, yang sebelumnya dilaporkan oleh militer Korea Selatan, mengonfirmasi pengerahan sistem peluncur rudal multifungsi ringan baru dan sistem senjata rudal jelajah taktis ganda pada awal pekan ini.
Setelah memajukan pengembangan serangkaian rudal balistik jarak jauh dan kemampuan senjata nuklir, Korea Utara terus meningkatkan persenjataan taktis dan konvensionalnya, serta berjanji untuk mengerahkan persenjataan tersebut di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.
Uji coba tersebut menilai kekuatan "hulu ledak misi khusus" pada rudal balistik taktis, keandalan roket artileri peluncuran ganda jarak jauh, dan akurasi rudal jelajah taktis yang dipandu AI, menurut laporan KCNA.
Uji coba menunjukkan bahwa senjata dan sistem peluncuran otomatis telah berhasil ditingkatkan untuk "sesuai dengan kondisi peperangan modern sehingga dapat meningkatkan penerapannya dalam pertempuran," kata Kim seperti dikutip KCNA.
Uji coba tersebut mengonfirmasi kesiapan tempur rudal jelajah yang akan ditempatkan di unit artileri di dekat perbatasan dengan Korea Selatan. Rudal ini dilengkapi dengan navigasi presisi dan kontrol yang dipandu AI yang dapat menyerang target pada jarak 100 kilometer, kata Kim.