Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Anggota TNI AD Diduga LGBT, Begini Reaksi Tegas Jenderal Tempur Kopassus

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Senin, 08 Juni 2026 |09:38 WIB
Viral Anggota TNI AD Diduga LGBT, Begini Reaksi Tegas Jenderal Tempur Kopassus
Prajurit TNI AD/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Viral sebuah video yang menarasikan adanya seorang pria yang lolos menjadi anggota TNI. Video itu menampilkan sejumlah foto anggota TNI dengan teman prianya.

Dalam video yang beredar menimbulkan perhatian netizen pada penampilan, gestur, hingga interaksi keduanya. Seorang teman pria dalam video juga disebut mengaku merasa rindu kepada prajurit tersebut.

Sejumlah unggahan lain menampilkan momen kebersamaan keduanya yang membuat netizen menduga bahwa mereka adalah pasangan LGBT atau penyuka sesama jenis.

Kadispenad TNI, Brigjen Donny Pramono membantah narasi tersebut. Donny menerangkan, hasil pemeriksaan internal tidak menemukan bukti adanya penyimpangan seksual sebagaimana dituduhkan.

“Menyikapi beredarnya video dan foto di media sosial yang dikaitkan dengan dugaan perilaku LGBT seorang prajurit, TNI AD telah melakukan pendalaman secara menyeluruh melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan Mental Ideologi serta penelusuran jejak digital,” kata Donny dikutip Senin (8/6/2026).

Jenderal Kopassus ini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan itu, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan menyimpang yang dilakukan anggota TNI tersebut.

“Berdasarkan seluruh hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan romantis, hubungan seksual sesama jenis, maupun keterlibatan prajurit yang bersangkutan dalam perilaku LGBT sebagaimana yang dituduhkan dalam narasi yang beredar di media sosial,” ujar dia.

Dia menuturkan, konten viral tersebut berasal dari unggahan seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan dengan prajurit tersebut.

 

Namun, unggahan itu berkembang menjadi spekulasi publik yang dinilai tidak sesuai fakta hasil pemeriksaan.

“Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana yang dituduhkan,” ungkapnya.

Donny menegaskan, TNI AD tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma yang dilakukan prajurit.

“Namun dalam kasus ini, hasil pendalaman tidak menemukan dasar yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terkait LGBT ataupun perbuatan asusila. Meski demikian, pembinaan tetap akan dilakukan guna meningkatkan kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial,” tegas dia.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement