Ia menegaskan Gebermas tidak boleh berhenti pada launching semata. Menurutnya, gerakan tersebut harus menjadi budaya baru yang terus dijalankan oleh pengurus masjid, masyarakat, dan terutama para penyuluh agama.
Abu Rokhmad menyebut sejumlah area yang selama ini kerap luput dari perhatian menjadi fokus utama gerakan, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudhu, saluran air, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.
Melalui pelibatan lebih dari 50 ribu masjid dan mushola, Kementerian Agama berharap Gebermas menjadi salah satu gerakan sosial-keagamaan terbesar tahun ini.
Dari tempat wudhu hingga saluran air, dari halaman masjid hingga lingkungan sekitar, rumah ibadah didorong menjadi simpul baru gerakan ekologi yang tumbuh dari akar masyarakat.
"Masjid yang bersih akan membuat ibadah lebih nyaman. Karena itu kami berharap para penyuluh agama memberikan perhatian lebih terhadap rumah-rumah ibadah di wilayahnya masing-masing," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.