"Apakah semuanya sudah tercover? Apakah semuanya sudah dapat? Apakah semuanya sudah cukup? Kami jawab belum cukup. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kami akan berusaha sekuat tenaga agar para pengungsi mandiri yang tetap bertahan di tempat-tempat yang jauh tidak mau mereka merapat ke titik-titik pengungsian terpusat tetap dilayani kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar manusia lainnya," ujarnya.
Untuk menjangkau pengungsi yang tersebar, BNPB bersama pemerintah daerah mengerahkan armada roda empat, sepeda motor, hingga distribusi dengan berjalan kaki. Cara tersebut antara lain dilakukan untuk menyalurkan bantuan ke Pulau Palue yang sulit dijangkau kendaraan.
Suharyanto mengatakan, ketersediaan logistik di Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, dan Maumere saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Pemerintah pun mulai menyiapkan transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan dan rehabilitasi-rekonstruksi.
"Dan ini akan datang terus ya sampai nanti satu titik memang tanggap daruratnya ini bisa selesai dan kita masuk ke tahap berikutnya yaitu transisi darurat menuju pemulihan bahkan langsung menuju tahap rehabilitasi rekonstruksi," ucapnya.
Di sektor kesehatan, BNPB menyatakan pelayanan mulai berangsur pulih. Dari 169 puskesmas di Flores, sebanyak 101 puskesmas telah beroperasi normal dan 49 lainnya beroperasi secara terbatas. Pemerintah juga mendatangkan tenaga kesehatan dari luar Flores serta memasang tenda perawatan di puskesmas yang terdampak gempa.