Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Muktamar NU, Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |23:01 WIB
Jelang Muktamar NU, Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas
Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas
A
A
A

JOMBANG– Ribuan jemaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur jelang  Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat pada 27–31 Agustus 2026.

Mereka mengikuti Istigasah dan Manaqib Kubro yang digelar Idarah Aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman). Majelis tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Mudir Ali Jatman masa khidmah 2024–2029, Kiai Ali Masykur Musa, mengatakan penguatan ruhani menjadi tema utama karena dimensi spiritual memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai perbedaan.

Menurutnya, para pengamal thariqah memiliki peran penting dalam menjaga suasana kebersamaan, khususnya menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

“Kita sengaja mengambil tema ini untuk memperkokoh ruhaniyah. Ruhaniyah yang mempertemukan silaturahim ruhaniyah. Hanya dengan ruhani itulah yang berbeda dapat dipertemukan menjadi satu,” ujar Ali Masykur Musa dalam tausiyahnya, dikutip, Rabu (26/8/2026).

Dia menegaskan, semangat tersebut pada akhirnya bermuara pada persatuan dan kemaslahatan yang lebih luas.

“Dari ujung menjadi satu. Satu untuk Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Ulama untuk Indonesia, dan Indonesia untuk perdamaian dunia,” katanya.

Ali Masykur juga mengajak para ahli dzikir dan pengamal thariqah untuk mendoakan para pemangku kebijakan dan pengambil keputusan dalam Muktamar NU.

Menurutnya, dzikir yang dilakukan secara istiqamah merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat ruhani sekaligus menjaga kesejukan dalam kehidupan organisasi.

“Kita doakan para pengambil kebijakan, para pengambil keputusan Muktamar NU disatukan melalui doa Jatman. Semoga Muktamarnya adem, ayem, rukun, dan guyub,” tuturnya.

Ali berharap majelis Istigasah dan Manaqib Kubro tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin agar Muktamar ke-35 NU berjalan aman, lancar, dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

 

Dalam kesempatan yang sama, Rais Ali Idarah Aliyyah Jatman, Kiai Achmad Chalwani, memberikan ijazah Hizib Bukhari kepada ribuan jamaah yang hadir.

‘’Ijazah tersebut merupakan bagian dari amanah yang diembannya dalam menjaga kesinambungan amaliah dan tradisi keilmuan ulama,’’ujarnya.

Dia juga menjelaskan pentingnya riyadhah Hizib Bukhari sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan persoalan akidah.

“Untuk menghadapi bencana akidah, adakanlah riyadhah Hizib Bukhari. Di Jawa Tengah, cabang-cabang NU diadakan riyadhah Shahih Bukhari dan Hizbul Bukhari,”pungkasnya.

Ribuan jamaah malam itu tidak hanya berkumpul untuk mengikuti rangkaian amaliah. Mereka juga membawa satu ikhtiar bersama: mengetuk pintu langit melalui doa agar Muktamar NU berjalan dengan penuh kedamaian dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama, bangsa, dan umat.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement