JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di 25 kabupaten/kota dari tujuh provinsi terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari pemantauan per 27 Agustus 2026, kualitas udara di belasan wilayah tercatat berstatus Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, hingga Berbahaya.
Berdasarkan laporan Update Penanganan Karhutla dan Gempa Flores Kemenkes per 28 Agustus 2026, sebanyak tujuh provinsi telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla. Ketujuh provinsi tersebut meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Data ISPU menunjukkan 16 wilayah berada pada kategori Tidak Sehat (nilai ISPU 101–200), antara lain:
Sementara itu, delapan wilayah tercatat berstatus Sangat Tidak Sehat (nilai ISPU 201–300), yaitu:
Adapun Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi wilayah dengan tingkat pencemaran paling parah dan dinyatakan berstatus Berbahaya setelah angka ISPU menembus 328.
Kondisi asap karhutla ini berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, seperti memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata dan kulit, hingga meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
Hal itu dikarenakan asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus (PM 2.5), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asam atau PPOK dan pekerja luar ruangan.
Guna mengantisipasi dampak tersebut, Kemenkes telah menguatkan langkah promotif dan preventif melalui edukasi pengurangan risiko krisis kesehatan, pemantauan penyakit akibat karhutla, surveilans kualitas udara dalam ruang, serta penerbitan Surat Kewaspadaan Karhutla bagi dinas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.
Di samping itu, Kemenkes menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), menyiapkan 1.691 puskesmas sebagai pos pelayanan kesehatan, 360 RS rujukan, serta 87 Labkesmas untuk pengujian kualitas udara. Penanganan medis juga didukung pengerahan 18.457 dokter umum, 280 spesialis mata, 189 spesialis paru, 212 spesialis dermatologi dan venereologi (DVE), serta 238 spesialis THT.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.