Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Tanker Saudi Diserang di Selat Hormuz, 2 ABK Filipina Tewas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |07:55 WIB
Kapal Tanker Saudi Diserang di Selat Hormuz, 2 ABK Filipina Tewas
Ilustrasi.
A
A
A

RIYADH – Sebuah kapal supertanker milik Arab Saudi diserang Iran di Selat Hormuz, menewaskan dua pelaut Filipina. Serangan terhadap kapal Sidr tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan pelayaran nasional Saudi, Bahri, pada Rabu (2/9/2026).

Menurut perusahaan, Sidr terkena proyektil di sebelah utara Semenanjung Musandam, Oman pada Senin (31/8/2026). Sebuah kapal tanker raksasa milik Korea Selatan, Senegal Prosperity, juga dilaporkan terkena serangan di sebelah timur Musandam pada waktu yang hampir bersamaan.

Iran belum menanggapi tuduhan Saudi tersebut. Namun, sebelumnya Iran menyatakan bahwa dua kapal tanker terbakar setelah menabrak ranjau saat melintasi jalur tidak resmi di selat tersebut, demikian dilansir BBC.

Berita mengenai kematian para pelaut itu muncul setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran, yang dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Arab menggunakan rudal serta pesawat nirawak (drone).

Pada Rabu, Menteri Kesehatan Iran menyatakan bahwa 18 orang tewas dan 108 orang terluka akibat serangan AS tersebut. Iran menuduh AS melakukan "kejahatan perang" terkait serangan yang menewaskan empat orang—termasuk dua anak-anak—di sebuah pesta pernikahan di kota Sirik, wilayah selatan Iran.

Sebelumnya, perusahaan intelijen dan manajemen risiko maritim, Marisks dan Kpler, melaporkan bahwa dua kapal tanker—yang masing-masing mengangkut dua juta barel minyak mentah Saudi—terkena proyektil tak dikenal dalam selang waktu beberapa menit saat sedang melintasi Selat Hormuz menuju arah luar pada Senin malam.

 

Menurut Marisks, kapal Sidr terkena "proyektil tak dikenal" pada pukul 19.52 GMT di lokasi sekitar 16 mil laut (30 km) di timur laut Khasab, Oman, sementara kapal Senegal Prosperity terkena "tiga proyektil tak dikenal" di lokasi sekitar 17 mil laut di sebelah timur Khasab.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan dua insiden di lokasi yang sama.

Pada Rabu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak berupaya "melintasi rute ilegal atas desakan militer AS" di Selat Hormuz sebelum "menabrak ranjau dan meledak". Kapal-kapal tersebut "saat ini sedang terbakar", tambah pernyataan itu.

Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur bagi seperlima pengiriman minyak dan gas dunia, praktis telah tertutup sejak dimulainya perang antara AS dan Israel melawan Iran pada Februari akibat serangan rudal dan pesawat drone Iran terhadap kapal-kapal komersial serta blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement