JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan teknis non-Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam pelaksanaan Program Pemenuhan Gizi Nasional 2027. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp373,3 miliar.
Kepala BGN, Sudaryono mengungkapkan, terdapat sejumlah kebutuhan untuk mendukung kegiatan teknis non-MBG. Anggaran tersebut dialokasikan untuk menunjang pelaksanaan Program Pemenuhan Gizi Nasional.
"Kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi sebesar Rp373,3 miliar atau 0,13 persen. Anggaran ini digunakan untuk standardisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penyaji makanan, penguatan rantai pasok, hingga pemantauan mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah Indonesia," kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemenuhan Gizi Nasional dengan total anggaran Rp232,84 triliun.
Dari jumlah tersebut, BGN mengalokasikan Rp232,50 triliun atau 99,84 persen untuk anggaran MBG. Sementara itu, kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi mendapatkan alokasi Rp373,3 miliar atau 0,13 persen.
Sudaryono memaparkan, anggaran MBG sebesar Rp232,50 triliun mencakup penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Anggaran untuk kelompok tersebut mencapai Rp198,96 triliun.
Selain itu, BGN mengalokasikan Rp33,54 triliun untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dalam anggaran tersebut, BGN juga memasukkan sejumlah kegiatan pendukung.
Kegiatan itu meliputi dukungan sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan, pengawasan, serta penguatan tata kelola.
"Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program memberi makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.