Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Atap Sekolah di Pakistan Runtuh Tewaskan 33 Siswa dan Guru

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |02:08 WIB
Atap Sekolah di Pakistan Runtuh Tewaskan 33 Siswa dan Guru
Atap sekolah di Peshawar Pakistan roboh menewaskan setidaknya 33 siswa dan seorang guru. (Foto: X)
A
A
A

PESHAWAR - Setidaknya 33 murid dan seorang guru tewas setelah atap sebuah sekolah runtuh di kota Peshawar, Pakistan barat laut, menurut keterangan pihak rumah sakit. Lebih dari belasan orang lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Petugas layanan darurat dipanggil ke sekolah swasta Al-Khair di Dir Colony pada Kamis (15/10/2026) pukul 08.48 waktu setempat, setelah kegiatan belajar-mengajar dimulai, ujar petugas penyelamat Bilal Faizi kepada BBC.

Atap ruang kelas di lantai atas runtuh, katanya, yang menyebabkan langit-langit di bawahnya ikut ambruk dan memerangkap anak-anak di balik reruntuhan.

Kepala kepolisian Mian Saeed, yang mengumumkan penangkapan pemilik sekolah tersebut, berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui "apakah terdapat pelanggaran terhadap peraturan bangunan".

Seorang guru bahasa Inggris dari sekolah di dekat lokasi kejadian mengatakan bahwa ia segera bergegas ke tempat tersebut bersama warga setempat lainnya setelah mendengar suara sirene dan ambulans. Mereka berhasil mengevakuasi lebih dari 20 anak dari reruntuhan.

"Saya sendiri menarik keluar enam anak dengan tangan saya. Sebagian besar dari mereka masih hidup dan bisa berbicara. Namun, belakangan diketahui bahwa mereka telah meninggal dunia," ujarnya.

 

Menurut pejabat tanggap darurat Arif Khattak, bangunan sekolah tersebut didirikan sebagai bangunan sementara.

Laporan awal menyebutkan bahwa ruang kelas yang hancur berada di bagian bangunan yang terdiri dari dua lantai, namun kepala kepolisian Peshawar, Mian Saeed, kemudian mengonfirmasi bahwa ruang kelas di tiga lantai telah runtuh.

Ia mengatakan, terdapat sekitar 30 murid di kelas lantai paling atas, 40 murid di lantai tengah, dan 45 murid di lantai dasar.

Tampaknya, ketika atap ruang kelas di lantai paling atas ambruk, reruntuhan yang jatuh menghantam ruang-ruang kelas di bawahnya, sehingga menyebabkan langit-langit ruangan tersebut turut runtuh.

Saeed mengatakan bahwa keseluruhan bangunan tersebut—yang memiliki pelat atap dengan kualitas "di bawah standar"—mengalami "kelebihan beban" dan melampaui batas kapasitas berat yang mampu ditopangnya.

Sekolah itu terletak di jalan yang sangat sempit, sehingga menyulitkan petugas penyelamat untuk menjangkau lokasi dan membawa korban luka ke rumah sakit.

Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar melaporkan kematian 32 anak dan seorang guru, sementara Rumah Sakit Memorial Naseerullah Khan Babar melaporkan satu anak meninggal dunia.

Kepala kepolisian menyatakan bahwa bangunan tersebut masih "sangat berbahaya" dan mengimbau masyarakat untuk menjauh.

 

Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Faisal Karim Kundi, telah memerintahkan audit keselamatan di seluruh sekolah di provinsi tersebut untuk "mengidentifikasi potensi risiko dan memastikan langkah-langkah perbaikan segera diambil jika diperlukan".

"Kita tidak boleh membiarkan keselamatan anak-anak kita terancam," ujarnya.

Anggota keluarga dari para siswa yang meninggal dunia meluapkan kemarahan mereka dan menuduh pihak sekolah telah mengabaikan masalah keselamatan. "Berikan hukuman yang tegas kepada mereka, jadikan ini pelajaran bagi semua pihak," ujar Mohammad Zaman, seorang pria yang kehilangan dua keponakannya dalam bencana tersebut, kepada kantor berita Reuters.

Pada bulan Juni, empat belas anak meninggal dunia setelah atap sebuah tempat bimbingan belajar swasta di dekat Lahore runtuh.

Kemudian pada bulan Agustus, 14 bayi yang baru lahir tewas akibat kebakaran yang melanda unit perawatan bayi baru lahir di sebuah rumah sakit di ibu kota, Islamabad; sebuah penyelidikan menemukan bahwa fasilitas tersebut tidak dilengkapi dengan alarm kebakaran maupun alat penyiram air (sprinkler).
 

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement