KOLOMBIA — Sebanyak 14 orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat longsor yang meruntuhkan tambang emas ilegal di barat daya Kolombia. Pihak berwenang setempat mengonfirmasi jumlah korban tersebut saat operasi pencarian dan penyelamatan hampir selesai.
Peristiwa tragis yang terjadi di kawasan pedesaan Chambero, wilayah administratif Santa Barbara de Iscuande, Provinsi Narino, berbatasan dengan Ekuador. Jumlah korban tewas itu dikonfirmasi Sekretaris Perdamaian dan Keamanan Narino, Alex Gonzalez, kepada jaringan televisi Caracol sebagaimana dilansir TRT, Selasa (20/10/2026).
Ia juga menyatakan upaya pencarian korban selamat lainnya telah dihentikan. Sementara rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga setempat bersama sebuah ekskavator mengevakuasi jenazah dari lokasi tambang yang runtuh. Jenazah kemudian dipindahkan ke perahu kayu di sungai yang berada di dekat lokasi kejadian.
Proses penanganan bencana menghadapi kendala karena lokasi tambang berada di daerah terpencil dengan medan yang sulit dijangkau. Keberadaan kelompok bersenjata ilegal yang masih aktif di wilayah tersebut turut menghambat upaya tim tanggap darurat, menurut kantor gubernur setempat.
Provinsi Narino memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang menghadapi persoalan penambangan emas ilegal. Kelompok bersenjata di kawasan itu dilaporkan mengendalikan perdagangan emas ilegal sekaligus terlibat dalam perdagangan narkotika dan praktik pemerasan.
Bahkan, warga Santa Barbara de Iscuande juga dilaporkan pernah mengalami pembunuhan yang diduga dilakukan geng bersenjata. Para korban disebut menjadi sasaran karena dicurigai mencuri emas atau bekerja sama dengan aparat keamanan negara maupun kelompok pesaing.
Kecelakaan pertambangan masih kerap terjadi di wilayah pedesaan Kolombia ditengarai aktivitas pertambangan tanpa pengawasan memadai. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan karena minimnya struktur pengaman dan infrastruktur keselamatan darurat. Tragedi terbaru ini menambah daftar kecelakaan tambang mematikan di Provinsi Narino. Pada Agustus lalu, insiden serupa di Kota Policarpa dilaporkan menewaskan 13 orang.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.