Kementerian terkait menyatakan bahwa kesepakatan Badr akan mempererat hubungan antara industri pertahanan negara-negara tersebut serta meningkatkan kolaborasi guna mendukung keamanan dan mencapai tujuan bersama.
Haluk Gorgun, Kepala Presidensi Industri Pertahanan Turki, mengatakan bahwa kesepakatan ini menjadi landasan bagi "kerja sama strategis" untuk mengembangkan produksi bersama dan teknologi.
"Berbagi teknologi, pengembangan bersama, dan penguatan kapabilitas produksi dalam negeri merupakan inti dari industri pertahanan yang berkelanjutan. Sebagai Turki, kami menghargai kemitraan yang melampaui sekadar model pengadaan produk jadi, yakni kemitraan yang mendorong pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur industri suatu negara," ujar Gorgun dalam sebuah pernyataan.
"Kami yakin bahwa Nota Kesepahaman Badr ini akan berkontribusi dalam mengubah kapabilitas yang saling melengkapi antara Qatar, Pakistan, Indonesia, dan Turki menjadi proyek-proyek yang konkret," tambahnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.