BANDAR LAMPUNG - Pencurian terumbu karang dan ikan hias di Teluk Kiloan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan.
Para pelaku pencurian adalah nelayan lokal yang menjualnya kepada penadah. Biasanya, modus yang dilakukan adalah dengan mengambil langsung dari alam, dikemas di dalam perahu, disimpan selama sehari di penadah, dan dikirim kepada pembeli.
Selain pembeli lokal, peminat barang langka ini juga berasal dari ibu kota, bahkan luar negeri.
Riko Stevanus dari Yayasan Ekowisata Cikal mengungkapkan, sedikitnya 14 jenis ikan hias di wilayah ini terancam punah dalam waktu yang tidak lama. Sebab, para pencuri mengambil ikan pada masa reproduksi.
"Sementara kerusakan terumbu karang di teluk ini mencapai lima hektare," ujar Riko di kantornya, di Perumahan Adipuri Lestari, Kota Baru, Bandar Lampung, Kamis (22/11/2007).
Penadah barang-barang ini diketahui berinisial Fn. Menurut dia, Fn biasanya mengambil pada sore hari. "Lalu diolah di markasnya di Desa Rangai, Tarahan, Lampung Selatan. Dari jalan, rumahnya terlihat seperti toko yang sudah tutup karena bangkrut. Namun ternyata di dalamnya dilakukan pengemasan terumbu karang dan ikan hias," bebernya.
Yayasan Cikal yang menginvestigasi kasus ini menyebut, pencurian marak sejak enam bulan terakhir. "Mereka (nelayan) biasanya beroperasi dua hari dan bermalam di Pulau Kelapa, di Teluk Kiloan. Sekali mengambil di kapalnya bisa mencapai 20 plastik yang isinya lima ikan per plastik," ungkapnya.
Riko menyebut, ikan yang dicuri antara lain jenis dragon fish, pumeoseroz, gorgonian, dan razer fish.
Sementara, untuk terumbu karang muda, sambung dia, mereka mengemasnya dalam plastik dengan diameter 10 sentimeter dan dijual Rp50 ribu.
Dinas Kelautan Provinsi Lampung mengaku tidak mengeluarkan izin atas pencurian ini. Namun sebaliknya, Fn mengaku mengantongi izin dari Dinas Kelautan Lampung Selatan.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.