BANDUNG - Mantan Panglima TNI yang juga pendiri Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Jenderal (Purn) Wiranto, mengaku mendirikan partai karena ingin menciptakan perubahan agar politik lebih berpihak pada rakyat.
Hal itu diakuinya kepada wartawan, saat melantik pengurus Hanura DPD Jawa Barat di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/12/2007).
"Saya mendirikan Hanura karena ingin melakukan perubahan dari segi politik. Saat ini rakyat belum merasakan kesejahteraan dan kalah jauh dengan negara lain," ujar Wiranto.
Namun, ketika disinggung apakah dirinya mendirikan Hanura karena kecewa dengan Partai Golkar yang sebelumnya menjadi tempat bernaung, Wiranto menyangkal.
"Kalau saya kecewa dengan partai politik, termasuk Golkar, mungkin saya tidak akan berpolitik lagi dan lebih baik memikirkan diri saya sendiri. Saya dirikan Hanura karena ingin melakukan perubahan. Itu saja," tandas mantan Menhankam itu.
Saat ini, lanjut Wiranto, sejumlah tokoh nasional mulai bergabung dengan Hanura. Baik dari kalangan militer ataupun sipil, seperti Fuad Bawadzier dan Tuty Alawiyah.
"Sekalipun di sini ada lima jenderal bintang empat seperti Fahrurrazi, Subagyo HS, dan Samuel Koto, bukan berarti Hanura menjadi tempat konsolidasi para Jendral. Sekarang ini kami bukan lagi militer, tetapi sebagai mantan militer. Kami memiliki motto, perjuangan tak akan ada hentinya," pungkas Wiranto, mantap.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari