Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kalla: Merah Itu Karpet, Sering Diinjak Tapi Berani

Ainun Nadjib , Jurnalis-Sabtu, 15 Desember 2007 |20:10 WIB
Kalla: Merah Itu Karpet, Sering Diinjak Tapi Berani
A
A
A


GUNUNGKIDUL - Sebagai Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla tentunya selalu berupaya menjaga citra partainya. Buktinya saat mengatakan tanda keberhasilan penanganan lingkungan adalah tidak adanya warna air sungai yang kuning, Kalla buru-buru meluruskan. Warna kuning sebenarnya baik, kata Kalla.

"Kuning juga baik dan mahal. Emas kan mahal," ujarnya disambut tawa undangan yang menghadiri acara pencanangan Hutan kemasyarakatan (HKm) di Dusun Kepek, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen,Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (15/12/2007).

Tidak hanya membela soal warna kebanggaan partai berlambang pohon beringin itu, Kalla bahkan menyentil PDIP.

"Tapi disini banyak yang merah, itu hamparan karpet merah semua. Sayangnya suka diinjak-injak, tapi berani," seloroh Kalla seraya tersenyum.

Saat penanaman pohon secara simbolis, Jusuf Kalla yang kebagian menanam pohon beringin menyiram pohon tersebut dengan sepenuh hati sambil berujar. "Mudah-mudahan tidak tumbang." Hadirin yang menyaksikannya pun kembali tersenyum mendengar gurauan Kalla.

Sementara dalam sambutannya Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan selain bekerjasama dengan masyarakat, untuk pengelolaan HKm ini Pemprov DIY juga mengandeng enam perguruan tinggi di DIY. Keenam perguruan tinggi tersebut adalah UGM, UII, UMY, UNY,Universitas Atmajaya dan UPN. Masing-masing perguruan tinggi mendapatkan hak pengelolaan seluas 10 hektare.

Hanya saja Sultan meminta keenam peguruan tinggi tersebut mau menerima mahasiswa kurang mampu asal Yogyakarta dan membebaskan beaya pendidikan bagi mereka.

"Syaratnya mereka mau menerima mahasiswa dari keluarga tidak mampu, kami akan membayar perguruan tinggi tersebut 15 tahun kemudian dengan kayu jati yang mereka kelola," jelasnya.

Sedangkan Menteri Kehutanan MS Ka'ban mengatakan, total HKm saat ini adalah 8.613 hektare yang ada di tiga provinsi dan dikelola oleh 57 kelompok masyarakat. Pada 2009 mendatang pihaknya mantargetkan ada 400.000 hektare lahan HKm yang dikelola masyarakat.

"Dari inventarisasi kita, saat ini ada sekitar 2,1 juta hektare lahan yang bisa digunakan sebagai HKm. HKm ini adalah solusi pemanfaatan lahan oleh masyarakat secara legal," terangnya.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement