MAGELANG - Sebanyak 2.290 ruang kelas SD/MI/ dan SMP/MTs di Kab Magelang mengalami rusak berat. Sementara, kerusakan ringan mencapai 1027 ruang kelas. Rinciannya, untuk SD/MI, rusak berat sebanyak 2182 ruang, dan 969 rusak ringan.
"Sementara, untuk SMP/MTs, rusak berat sebanyak 108 ruang kelas, dan 58 rusak ringan," terang Bupati Magelang Singgih Sanyoto, Kamis (20/12/2007).
Bupati mengatakan, penanganan kelas rusak tersebut terus dilaksanakan. Namun, tidak bisa dilakukan secara serentak dan menyeluruh, lantaran terbentur berbagai hal.
"Tapi kita tegaskan, bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kab Magelang. Disamping, bidang lainnya seperti kesehatan, maupun penyediaan fasilitas sosial dan umum yang layak," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kab Magelang Ngaderi Budiyono menambahkan, kerusakan ruang kelas tersebut merata di 21 Kecamatan yang ada di Kab Magelang. Namun, persentase paling tinggi berada di Kec Pakis, Ngablak, Windusari, dan Borobudur. "17 Kecamatan lainnya juga ada. Namun, tidak sebanyak di 4 Kecamatan tersebut," katanya.
Ngaderi menyebutkan, dalam anggaran 2008, pihaknya telah mengajukan dana sebesar Rp20 miliar kepada pemerintah pusat untuk menangani kerusakan tersebut. Pengajuan bantuan ini, kata Ngaderi, angkanya sama dengan bantuan tahun 2007.
"Lewat bantuan tersebut, masing-masing sekolah mendapatkan jatah perbaikan sebanyak 3 kelas, dengan dana sekitar Rp120 juta. Namun, jumlah tersebut masih bisa berkembang, dengan melihat tingkat kerusakan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) DPRD Kab Magelang Berdiyanto mengakui, kerusakan ruang kelas SD/MI masih banyak, dan cukup memprihatinkan. Menurutnya, hal tersebut bisa berdampak pada penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas) 9 tahun. "Untuk itu, perlu segera adanya penanganan," tandasnya.
(Muhammad Slamet/Sindo/kem)