Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jerman Hibahkan Kapal Ke Bakorkamla

Amril Amarullah , Jurnalis-Rabu, 27 Februari 2008 |21:17 WIB
Jerman Hibahkan Kapal Ke Bakorkamla
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Jerman akan menghibahkan kapal multi fungsi kepada pemerintah Indonesia. Tujuan utamanya, untuk mendukung operasi pengamanan perairan Indonesia dari aksi perompak maupun kegiatan illegal.

Rencananya, kapal tersebut akan diserahkan langsung kepada  Badan Kordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), namun hal itu masih perlu dilakukan penjajakan.

"Kita harapkan hal ini dapat terealisasi pata tahun 2009-2010," ujar Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya TNI Djoko Sumardjono mengatakan hal itu usai rapat dengan komisi I DPR, di Jakarta, Rabu (27/2/2008).

Dia menjelaskan, ketersediaan kapal untuk mendukung keamanan laut memang masih sangat terbatas. Kapal-kapal yang dioperasikan Bakorkamla masih di bawah kepemilikan beberapa instansi yang terkoordinasi dalam Bakorkamla.

Kondisi ini berdampak pada kecepatan dan ketepatan pengamanan laut yang dilakukan Bakorkamla. "Khususnya untuk menangani kecelakaan kapal yang marak terjadi akhir-akhir ini," kata dia.

Dari beberapa kajian yang telah dibuat terhadap kecelakaan kapal, seperti tenggelamnya KM Senopati Nusantara, KM Levina, KM Acita 03, dan kapal Fitria Persada, keterlambatan penyelamatan menjadi sorotan. Ini tidak terlepas dari lemahnya koordinasi antar instansi. "Kami ingin bergerak tetapi tidak memiliki fasilitas," ujar Djoko.

Bakorkamla baru mengadakan empat kapal patroli cepat berukuran 12 meter. Direncanakan, lembaga tersebut juga mendapat tiga kapal hibah dari Jepang.

Bakorkamla memang mengembangkan sistem integrasi informasi, dengan memanfaatkan sistem yang telah dimiliki instansi terkait, seperti Angkatan Laut, Polisi Air, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Bea Cukai, dan Departemen Perhubungan. "Jadi kami menggabungkan informasi yang dipunyai instansi-instansi tersebut. Sudah terlihat adanya efisiensi," ucap Djoko.

Dengan sistem ini, setiap hari Bakorkamla mampu menampilkan gambaran perairan Indonesia, lengkap dengan ramalan cuaca BMG dan kapal-kapal yang dilengkapi alat pemantau otomatis. Melalui data tersebut, Bakorkamla dapat mengetahui kapal-kapal yang berlayar menuju perairan berbahaya.

"Selanjutnya kami informasikan kepada pemilik serta otoritas keamanan laut terdekat," katanya. Djoko menyadari keamanan maritim tidak terlepas dari kemitraan dengan negara lain. Bahkan, dengan sosialisasi tersebut, Bakorkamla telah menerima komitmen bantuan dari sejumlah negara.

(Ismoko Widjaja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement