Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

735 Balita di Bekasi Menderita Gizi Buruk

wahab firmansyah , Jurnalis-Rabu, 05 Maret 2008 |01:36 WIB
735 Balita di Bekasi Menderita Gizi Buruk
A
A
A

BEKASI - Kasus gizi ternyata tidak hanya terjadi di luar Jawa, tetangga Ibu Kota Jakarta sendiri, yaitu di Bekasi tercatat mencapai 735 balita menderita gizi buruk.

Angka ini berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Gizi buruk ini disebabkan, kurangnya pengetahuan dari orangtua untuk memberikan makan bergizi kepada balita.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi Anne Nurchandrani mengatakan, data 735 balita yang mengalami gizi buruk ini diketahui setelah Dinkes melakukan pencatatan terhadap 177.059 balita yang ditimbang pada Agustus 2007 lalu. Dari 98% jumlah balita yang ditimbang tersebut, terdapat 0,4 persen atau 735 balita yang menderita gizi buruk.

Indikator balita gizi buruk ini, kata dia,  dapat diukur dari standar deviasi (SD), balita dengan standar deviasi dibawah minus 3 masuk dalam kategori gizi buruk."Dari 12 kecamatan yang ada, penderita gizi buruh terbanyak di kecamatan Bekasi Utara yakni, 156 balita," ujarnya, Selasa (4/3/2008).  

Menurut Anne, ada beberapa faktor yang menyebabkan balita di Kota Bekasi mengalami gizi buruk yakni, faktor pendidikan, faktor ekonomi dan adanya infeksi dibagian dalam tubuh bayi sehingga tidak dapat menerima gizi makanan dengan baik. Untuk faktor pendidikan, kata dia, orangtua balita tersebut tidak mengetahui jenis makanan apa yang harus diberikan kepada balitanya.

Sehingga, orangtua memberikan makanan yang kurang bervitamin untuk balitanya tersebut. Faktor ekonomi juga menjadi salah satu penyebabnya, orangtua yang berasal dari ekonomi bawah tentunya sangat sulit untuk membeli makanan bergizi bagi balitanya.

Upaya yang dilakukan Dinkes Kota Bekasi terhadap 735 balita gizi buruk ini, lanjut dia, dengan memberikan makanan tambahan bagi penderita gizi buruk tersebut.

"Makanan tambahan ini akan diberikan selama 90 hari, mulai Mei hingga juli mendatang," ungkapnya. Makanan tambahan ini merupakan makanan bergizi yang telah ditentukan oleh ahli gizi sesuai dengan keinginan balita tersebut.

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement