WONOGIRI - Polres Wonogiri akan melakukan antisipasi kemungkinan masuknya isu SMS (short message service) santet di wilayah hukumnya. Sebab, kultur masyarakat yang rata-rata berpendidikan rendah dan tinggal di pedesaan sangat mungkin terpengaruh isu tersebut.
Kapolres Wonogiri AKBP Agus Djaka Santosa mengatakan, memang saat ini isu yang menghebohkan warga tersebut belum masuk wilayah Kabupaten Wonogiri. Meski demikian, pihaknya akan selalu mengantisipasi kemungkinan masuknya isu itu.
Ia mengaku, langkah-langkah tersebut diantaranya adalah dengan melakukan monitoring di wilayah-wilayah Kabupaten Wonogiri.
"Kita akan pantau apakah ada masyarakat yang menyampaikan telah menerima SMS yang dimaksud. Kalau ada, kita akan mengambil langkah-langkah untuk memahamkan hal itu," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri dan Majelis Ulama Indonesia cabang Wonogiri. Hal ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan upaya mengantisipasi munculnya keresahan di masyarakat.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.