Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasar Jamu Tradisional di Sukoharjo Turun 30 %

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 16 Juni 2008 |13:15 WIB
Pasar Jamu Tradisional di Sukoharjo Turun 30 %
A
A
A

SUKOHARJO - Keluarnya larangan BPOM menyusul hasil temuan adanya bahan kimia berbahaya pada jamu, sangat dirasakan pembuat jamu tradisional di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penurunan penjualan jamu tradisional di Kabupaten ini mencapai tiga puluh persen dibandingkan sebelum keluarnya larangan BPOM.

Salah satu penjual jamu tradisonal di pasar Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kusnen mengaku mengalami kelesuan penjualan jamu miliknya. Penurunan penjualan jamu ini sangat dirasakan sejak ditemukannya kandungan kimia berbahaya pada jamu. Terutama jamu tradisional.

Sebelumnya, penjualan jamu miliknya sangat jarang sekali mengalami penurunan. Ketika ditanyakan apakah Kusnen sendiri mengetahui jamu apa yang dilarang? Dengan polos pria berusia 65 tahun ini mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak tahu jamu apa yang mengandung bahan kimia. Usaha yang saya jalani ini, peninggalan turun-temurun. Sebelumnya tak ada keluhan atau orang keracunan setelah meminum jamu saya ini," jelasnya sambil menunjukan jamu dalam kemasan daun.

Rata-rata, pedagang jamu di pasar tradisional Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah ini tak hanya produsen jamu saja. Kebanyakan, para pedagang ini, juga merangkap sebagai penjual pengecer jamu. Menurut mereka, sejak keluarnya pengumuman BPOM, omset penjualan jamu mengalami kelesuan penjualan hingga angka tiga puluh persen.

"Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab.Tapi yang sudahlah, semoga masalah jamu mengandung bahan kimia cepat selesai, biar kami bisa berjualan normal kembali," imbuh Kusnen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sukoharjo, Jawa Tengah, Suryono mengatakan, dari tiga pasar tradisional yang juga sentra pembuatan jamu tradisional, pihaknya tidak menemukan jamu tradisional yang diproduksi dengan bahan kimia. Sejak dikeluarkannya larangan BPOM, Dinkes telah melakukan pengawasan jamu-jamu tradisional yang beredar di pasaran.

"Kami juga akan terus bekerjasama dengan badan POM Jawa Tengah untuk melakukan pengawasan jamu tradisional yang diproduksi dan beredar di Sukoharjo," paparnya.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement