JAKARTA - Tragedi zakat maut yang terjadi di Pasuruan beberapa waktu lalu menuai berbagai penilaian. Salah satunya, dugaan bahwa si pemberi zakat (Syaikon Fikri) merasa senang melihat orang berdesak-desakan.
"Dugaan saya, saya merasa ada sesuatu dalam hati sehingga senang melihat orang berdesak-desakan," kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Jumat (19/9/2008).
Bachtiar menambahkan, tragedi ini memang tidak bisa dihindari termasuk melarang untuk memberikan zakat. "Memang tidak bisa dicegah karena di agama Islam mereka (orang yang mampu) berhak mengeluarkan zakat. Terserah dia," lanjutnya.
Namun satu hal yang disayangkan Bachtiar yakni mengenai manajemen pembagian uang. "Manajemennya brengsek. Hanya Rp30 ribu dan Rp10 ribu (yang dibagikan). Jadi totalnya hanya Rp50 juta, terlalu kecil," tambahnya.
Oleh karena itu, Bachtiar mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. "Saya merasa malu sebagai katakanlah ya tokoh Islam. Betapa manajemen kita harus kita benahi," tandasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.