PASURUAN - Tragedi zakat maut yang menewaskan 21 orang di Pasuruan 15 September lalu, berbuntut pada pencopotan Kapolsek Purworejo AKP Agus Muklison, yang dianggap paling bertanggung jawab atas terjadinya musibah tersebut.
Pergantian pucuk pimpinan di jajaran Polsek Purworejo tersebut langsung memantik spekulasi adanya keterkaitan pencopotan mendadak itu dengan tragedi zakat maut. Sebab, Agus yang sebelumnya berkantor di Polwil Malang itu baru dua bulan dua minggu menduduki jabatan kapolsek, hingga akhirnya Agus dicopot pada Rabu (26/11/2008).
Posisi Agus kini digantikan oleh AKP Teguh Pujo Wahono yang sebelumnya menduduki Pos sebagai Kasubbag Bin Ops Ban Ops Polresta Pasuruan. "Ini pergeseran rutin yang biasa dilakukan di internal kepolisian. Tidak ada kaitannya dengan kasus zakat," bantah Kapolresta Pasuruan AKBP Herry Sitompul usai memimpin acara sertijab di ruang Bhayangkara Polresta Pasuruan.
Kapolresta tak mau berkomentar soal hasil penyelidikan internal kepolisian oleh Ditpropam Polda Jatim beberapa hari setelah tragedi zakat terjadi. Dia hanya mengatakan pergantian pucuk pimpinan di Polsek Purworejo itu merupakan kewenangan penuh Polwil Malang.
"TR (perintah)-nya begitu. Jadi jangan dihubung-hubungkanlah dengan masalah zakat. Saya tidak tahu soal itu (penyelidikan Ditpropam)," tegasnya.
Meski terkesan berbelit, Kapolresta secara implisit menyatakan siapapun bisa terkena dampak musibah zakat maut yang sempat mencuat hingga menjadi kontroversi di tingkat nasional itu.
Tidak hanya kapolsek, tapi juga dirinya selaku Kapolresta. "Ya mungkin saja sebentar lagi giliran saya. Di kepolisian siapa pun harus siap untuk ditugaskan di mana saja dan di posisi apa saja oleh pimpinan," katanya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.