Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Zakat Syaikon Menarik Simpati Caleg

Destyan Soejarwoko , Jurnalis-Minggu, 28 September 2008 |18:35 WIB
Korban Zakat Syaikon Menarik Simpati Caleg
Foto: Destyan Soejarwo/Sindo
A
A
A

PASURUAN - Simpati terhadap korban zakat maut di halaman samping musala H Syaikon senin 15 September lalu terus mengalir. Kali ini datang dari Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB)  Jawa Timur dipimpin langsung oleh ketua PPKB Hj Anisa Anas Sakur.

Mereka khusus mendatangi korban tragedi zakat yang selama ini tidak belum tersentuh bantuan. Korban yang sempat terlupakan itu adalah Jumiyati (45), warga Jalan Hasanudin, Gang 4, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gading, Kota Pasuruan.

Tim beranggotakan Ny Hj Fatimah Ahid dan Gus Ahid (Ahmad Sufiaji) mendatangi kakak dan adik ini. Melalui HJ Anisa Khoiron Syakut dan Ny Hj Fatimah Ahid memberikan santunan kepada keduanya. "Kami benar-benar prihatin. Ternyata masih ada korban yang luput dari perhatian kita," ujar caleg PKB ini tandas, Minggu (28/9/2008).

Sebelumnya PPKB dan PKB sudah turun mendatangi para korban zakat maut. Tapi karena waktunya yang mepet sehingga tidak semua korban dapat terjagkau. Waktu itu tim itu dipimpin langsung oleh Hj Lilik. Setelah itu datang lagi tim dari PPKB dari Jatim. "Dan kedatangan kami adalah sebagai kelanjutan dari PPKB sebelumnya. Makanya, kami sekarang mendatangi para korban yang memang luput dari penanganan pemerintah karena memilih pulang," papar Gus Ahid dan Hj Fatimah, istrinya yang sekarang mencalonkan diri sebagai caleg Kota Pasuruan.

Sekadar diketahui, tak semua korban zakat maut di samping musala H Syaikon Fikri mendapat santunan.  Beberapa dari mereka bahkan harus mengeluarkan kocek sendiri dalam jumlah besar lantaran tidak terdaftar sebagai korban luka yang dirujuk di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan.

Salah satu korban dimaksud adalah Ny Jumiyati (45). Saat kejadian, kaki kanannya terjepit di pintu keluar sehingga mengalami patah. Korban tidak langsung ke rumah sakit melainkan memilih pulang ke rumah dan menjalani pengobatan secara alternatif. Akibatnya, dia tidak terdata sebagai korban luka dalam tragedi zakat maut di belakang rumah H Syaikon.

 "Saya waktu itu sudah pasrah. Dan saya sudah yakin kalau saya bakal mati. Bayangkan saja, tubuh saya sudah terjatuh, diinjak-injak dua orang wanita gemuk. Tenggorokan sudah seakan tidak dapat bernapas," kata Ny Jumiyati, sembari menahan tangis. Beruntung, adiknya, Aisyiah berada tak jauh dari Jumiyati. Ibu paruh baya yang tengah taksadarkan diri inipun kemudian ditarik keluar dari timbunan tubuh mayat yang sudah bergelimpangan diatasnya.

(M Budi Santosa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement