Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengungkap Jati Diri Saudagar Syaikon (Habis)

Destyan Soejarwoko , Jurnalis-Selasa, 23 September 2008 |08:36 WIB
Mengungkap Jati Diri Saudagar Syaikon (Habis)
H Syaikon berkacamata
A
A
A

PASURUAN - Loyalitas keislaman H Syaikon Fikri terkesan dari sifat kedermawanannya yang tidak pernah mengharap pamrih jika aktivitas yang diikutinya berkaitan dengan ibadah.

Selain menggeluti bisnis pengumpulan kulit sapi, H Syaikon juga dikenal sebagai pembimbing ibadah haji di KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji) Al Kautsar, Kota Pasuruan. Begitu rajinnya H Syaikon dalam melakukan pembimbingan ibada haji pada tiap tahunnya, membuat ayah empat putra ini boleh dibilang sangat jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitarnya.

Maklum saja, untuk seukuran H Syaikon yang memiliki aktivitas usaha seabrek, waktu untuk bersantai nyaris tidak ada. Kalaupun ada waktu longgar, biasanya lebih banyak dia gunakan untuk menjalankan ibadah agama karena dia nilai memiliki nilai manfaat.

Tapi dimana sebenarnya lokasi KBIH Al Kautsar tempat H Syaikon biasa melakukan pembimbingan? Untuk mencarinya tidaklah sulit. KBIH Al Kautsar masih berada di wilayah kota Pasuruan.

Tepatnya di jalan Juanda atau jalan raya jurusan pasuruan-Probolinggo. Ditempat itulah H Syaikon banyak mencurahkan waktu ibadahnya bersama ratusan jamaah yang lain. Baik dalam kegiatan pembimbingan haji, maupun kegiatan keagaman lainnya. Seperti pengajian, salat jumat, maupun diskusi ketauhidan.

Kumpulan jamaah lain selain di yayasan Al Kautsar yang kerap disambangi H Syaikon bersama keluarga adalah jamaah Darul hadist di Malang. Konon, sebagaimana penuturan pengurus KBIH Al kautsar maupun tetangga sekitar rumah H Syaikon, juragan kulit sapi yang dikenal religius ini rutin mengikuti pengajian Darul Hadist tiap hari Sabtu-Minggu.

Bahkan kadang menginap sejak hari Jumat. Meski pendirian agamanya kuat, di mata sejawatnya,  Syaikon dikenal sebagai kyai muda yang berpandangan moderat. Dia tidak pernah merisaukan perbedaan aliran keagamaan dalam Islam. Putra bungsu (alm) H. Dahlan Adro'i ini memang fanatik terhadap Islam.

Seperti juga ayahnya yang sangat kental dalam menjalankan ajaran agama, hampir sebagian waktu yang dimiliki H Syaikon lebih banyak dicurahkan untuk beribadah. Sosok pria yang kini menjadi buah bibir karena tragedi zakat Senin (15/9) lalu itu bahkan rela mengorbankan waktu untuk kegiatan bisnisnya. khususnya jika diminta untuk mengisi dakwah ataupun kegiatan keagamaan lainnya. 

"Saya tidak tahu apakah itu fanatik. Karena H Syaikon sebenarnya sosok kyai muda yang memiliki pandangan terbuka dan sangat loyal," kata H. Masykur, sejawat H Syaikon Fikri di Lembaga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Kautsar, Kota Pasuruan.

Keyakinan itu didasarkan pada fakta bahwa selama ini H Syaikon tidak pernah mengikuti organisasi keagamaan tertentu. Sejak mengenal pada pertengahan tahun 2001, H Masykur melihat tradisi keagamaan yang dijalankan H Syaikon bersifat luwes.

Artinya, dia (H Syaichon) bisa berinteraksi dengan muslimin yang berlatarbelakang beragam sekalipun. Apakah itu dari NU, Muhammadyah, Persis ataupun lainnya.

"Orangnya pendiam. Tapi sebenarnya enerjik kalau sudah diajak diskusi atau berbincang tentang ilmu ketauhidan," kata Muhlason, salah satu tenaga operasional KBIH Al-Kautsar menyiratkan respeknya terhadap pandangan agama H Syaikon.

Keterlibatan H Syaikon dalam kelompok bimbingan ibadah haji yang berada di bawah yayasan Al Kautsar, kata H Masykur, merupakan inisiatif darinya. Rekrutmen dia lakukan pada awal pendirian KBIH Al Kautsar setelah mengetahui track record H Syaikon Fikri yang kerap pergi menjalankan ibadah haji.  

Pengalaman, keahlian serta wawasan kesilaman H Syaikon yang cukup luas membuatnya kemudian dipercaya menjadi salah satu pembimbing yang mengurusi kegiatan manasik dan perjalanan ibadah haji.

"Sebagai pembimbing yang menyertai para jamaah haji ke tanah suci, H Syaikon sebenarnya memiliki tiket dan akomodasi gratis yang disediakan oleh KBIH. Tapi beliaunya justru menolak dan memilih membayar separuh diantaranya," kata H Masykur terkesan.

Sikap loyal dan kedermawanan H Syaikon juga dia lihat dari kemauannya untuk membantu para jamaah haji. Baik yang dalam proses persiapan pemberangkatan, ataupun selama berada di tanah suci.

Sebagai pembimbing, dia bukannya mau menerima imbalan dari KBIH, tapi justru sering mengeluarkan koceknya demi membantu jamaah yang dibimbingnya agar bisa berangkat ke tanah suci.

"Beliau itu tidak mengharap apapun dari kegiatan ibadah yang dilakoninya. Termasuk selama menjadi pembimbing jamaah haji di KBIH Al Kautsar. Yang ada, H Syaikon malah sering menalangi (memberikan pinjaman superlunak) pelunasan biaya haji jamaah yang dibimbingnya. Dan itu diberikan tanpa memungut bunga sepeserpun," terang H Masykur.

Penegasan itu disampaikan H Masykur sekaligus untuk menepis isyu yang menyebut H Syaikon terlibat bisnis jasa dalam kegiatan kelompok bimbingan ibadah haji yang digelutinya sejak 7 tahun terakhir.  

Wakil ketua MUI Kota Pasuruan ini mengatakan bahwa H Syaikon selama ini hanya menjadi relawan (pembimbing) yang kerap dimintai bantuan oleh KBIH Al Kautsar.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement