Awang Faroek Legowo Ikut Pilgub Kaltim Jilid II

|
SAMARINDA - Calon Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akhirnya legowo menerima putusan Pengadilan Negeri Samarinda yang menolak gugatannya terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaltim.

Awang juga menyatakan siap mengikuti Pemilihan Gubernur Kaltim Putaran II yang akan dilaksanakan 23 Oktober mendatang.

Sebelumnya beredar isu bahwa kubu Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy (AFI) akan banding atas putusan Majelis Hakim PN Samarinda. "Saya menerima secara legowo putusan ini dan siap mengikuti Pilgub Putaran II," jelas  Awang di Samarinda, Kaltim, Kamis (16/10/2008).

Awang juga meminta kepada semua pendukungnya agar tetap sabar dan menjaga situasi kondusif di Kaltim. Selain itu, Awang juga meminta  semua komponen pendukungnya menyatukan visi dan misi untuk mensukseskan Pilgub Putaran II.

"Gugatan kami memang tidak dikabulkan, tetapi bukan karena alasan materi gugatan yang tidak terpenuhi, melainkan hanya karena alasan surat kuasa hukum tidak sah. Bagaimana tidak sah, sejak awal Pak OC Kaligis sebagai kuasa hukum saya dalam persidangan gugatan ini. Jadi mau bagaimana lagi," terangnya.

Awang mengaku bersama tim suksesnya akan lebih berkonsentrasi memenangkan Pilgub putaran II. "Kita utamakan kepentingan Kaltim serta keamanan untuk wilayah ini. Mari kita bersama-sama maju dalam Pilgub II," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda pada Rabu 15 Oktober kemarin, menolak gugatan pasangan AFI terhadap KPUD Kaltim atas inkonsistensinya dalam menggunakan dasar hukum penyelenggaraan pilkada. Penolakan ini karena Awang menyewa dua kuasa hukum, yaitu OC Kalingis dan Andi F Amir. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan hukum acara perkara.

Perlu diketahui, kubu AFI menggugat KPUD Kaltim sebesar Rp2 miliar karena tidak konsisten menggunakan dasar hukum pilkada. Awalnya KPU menggunakan UU Nomor 32/2004, namun saat penghitungan hasil suara KPU menggunakan UU No 12 /2008.

Dalam UU No 32/2004, pemenang pilkada harus memperoleh suara minimal 25 persen. Sementara pada UU No 12/2008, pemenang pilkada minimal memperoleh suara 30 persen plus 1 agar bisa ditetapkan menjadi pemenang.

Dalam Pilkada Kaltim putaran I, pasangan Awang-Farid mendapat 28,90 persen sedangkan Ahmad Amin-Hadi Mulyadi memeroleh 26,80 persen. Sehingga KPUD Kaltim memutuskan tidak memenangkan pasangan Awang-Farid dan melanjutkan Pilkada ke putaran ke dua. Pilkada Kaltim sendiri diikuti empat pasangan. (ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Raja Solo Akhirnya Angkat Bicara Atas Pelecehan Seksual