JAKARTA - Departemen Luar Negeri meminta kepada seluruh event organizer (EO) agar berkonsultasi saat hendak menggelar pameran di Indonesia.
Hal tersebut dilakukan agar kejadian pameran International Automation Technology & Materials Handling Exhibition di Kemayoran tidak terulang hanya karena diduga menghadirkan pengusaha Israel.
"Sebaiknya pihak EO melakukan konsultasi dengan Deplu sehingga tidak menimbulkan kontroversi dan keraguan," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/12/2008).
Kendati demikian, Deplu tidak akan memberikan sanksi kepada EO yang menggelar pameran tersebut. Sebab, lanjut Teuku, pemberian sanksi bukanlah kewenangan Deplu.
"Kami akan mengecek EO tersebut, dikhawatirkan EO tersebut tidak sensitif tentang Israel di mata masyarakat. Kami akan selidiki bagaimana dia masuk," tandasnya.
Dia menambahkan, Deplu tidak akan mempermasalahkan jika visa yang digunakan mereka untuk kegiatan bisnis. Sebab, kata dia, warga negara Israel bisa memiliki dua paspor saat berkunjung ke sebuah negara. "Siapa tahu mereka punya anak cabang perusahaan di Indonesia, itu tidak masalah," pungkasnya.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.