JAKARTA - Penurunan tarif angkutan umum sebesar Rp500 mendapat reaksi dari Oganisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda). Mereka mengancam melakukan mogok. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta Organda bersikap dewasa.
"Ngancam itu boleh saja, tetapi saya harap organda menyikapinya secara dewasa. Kita tentu tidak tinggal diam juga," kata Fauzi Bowo di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/1/2009).
Dia menjelaskan, sikap dewasa memang diperlukan saat kita berorientasi dengan mekanisme pasar.
"Ini kita bicara dengan Organda, bahwa mekanismenya (penurunan) tidak seperti ini. Kalau seperti Ini birokrasi dan sama dengan orde lama punya aturan. Kalau kita berorientasi pada ekonomi pasar perlu ada kedewasaan. Bbm sudah turun, sekarang saya menuntut semuanya diturunin. Kalau nanti BBM naik lagi bagaimana, rebut lagi? Ini kan memerlukan pola pikir yang lebih dewasa, karena kira sudah berorientasi kepada pasar," tegasnya.
Pria yang kerap dipanggil Foke ini mendesak, agar tarif baru dapat dilaksanakan seusai hari raya Imlek 27 Januari mendatang. "Saya berharap 27 Januari mendatang, setelah Imlek tarif baru sudah mulai berlaku. Tetapi perlu sosiaslisasi," tegasnya.
Berdasarkan penetapan anggota dewan, maka penurunan tarif angkutan umum yang diresmikan adalah sebesar 25 persen atau Rp500. Yakni, bus kecil menjadi Rp2.000, bus sedang Rp2.000, bus besar (Patas) Rp2.000, dan tarif pelajar tetap Rp1.000.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.