JAKARTA – Gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon, memperlihatkan bagaimana berbahayanya bertugas di daerah konflik. TNI ikut tergabung dalam misi perdamaian PBB (Kontingen Garuda) sejak 1957, hal ini sebagai wujud politik luar negeri bebas aktif.
Banyak cerita unik maupun heroik yang dialami pasukan TNI saat menjadi pasukan perdamaian. Salah satunya adalah Prajurit Kopassus Pelda Sumardi alias Mardi Rambo saat menjalani misi berbahaya di Bosnia.
Mardi Rambo juga membagikan pengalamannya 14 kali terjun bebas hingga bertahan hidup dengan minum air bekas kuda.
Saat itu, operasi Mardi Rambo berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia. Salah satunya, dirinya harus bertahan hidup dengan minum air bekas.
Prajurit yang memiliki kemampuan zeni demolisi ini memiliki rekor luar biasa setelah 14 kali diturunkan ke medan operasi. Biasanya prajurit Kopassus paling banyak hanya empat kali bertugas di daerah operasi.
"Senang sekali ke Bosnia. Pesawat itu take off kemudian landing. Ternyata landing itu wuenaaakk sekali," ujar Mardi Rambo dilansir dari buku berjudul Kopassus untuk Indonesia.
Mardi Rambo rupanya baru pertama kali merasakan landing ketika mau ke Bosnia. Sebab selama ini, Mardi Rambo selalu hanya mengalami take off, karena biasanya sebelum landing ia sudah dibuang dari pesawat saat masih mengudara.