Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nelayan Maluku Tenggara Dilarang Melaut

Nelayan Maluku Tenggara Dilarang Melaut
Deretan perahu nelayan Kenjeran tertata di Pantai Nambangan Kenjeran, Rabu (4/2). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak menginformasikan gelombang tinggi di Laut Jawa. (Koran SI/TARMUJI TALMACSI)
A
A
A

AMBON - Para nelayan di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku sejak siang ini dilarang melaut. Larangan juga berlaku bagi seluruh angkutan laut pelayaran lokal. Perintah ini dikeluarkan Pemkab Malra menyusul badai gelombang pasang di wilayah itu.

Setelah menerima laporan tentang musibah di wilayahnya, Bupati Malra Andreas Rentanubun langsung meminta Camat Kei Besar Selatan Engelbertus Somnaikubun memantau situasi dan memberi bantuan darurat.

Meskipun berada di Jakarta, Rentanubun yang dihubungi siang ini mengaku sudah memberi petunjuk kepada wakil bupati supaya segera menggelar rapat koordinasi dengan instansi teknis.

"Supaya mereka langsung bergerak ke TKP," terangnya, Selasa (28/4/2009).

Wakil Bupati Yunus Serang yang dihubungi di Tual mengaku segera menggelar rapat dengan instansi terkait. Namun mendahuluinya, ia telah mengeluarkan larangan melaut bagi para nelayan serta larangan berlayar bagi speedboat dan kapal motor berukuran kecil, yang biasanya melayari rute Tual-Elat.

Jalur yang ditempuh dalam perjalanan laut selama satu sampai dua jam itu, memang rawan kecelakaan laut, khususnya pada saat gelombang tinggi. Puluhan speedboat dan kapal motor setiap hari melintas di jalur ini.

"Jadi supaya jangan sampai jatuh korban, kami turunkan larangan melaut bagi nelayan dan larangan berlayar bagi speedboat dan kapal motor," ujar Serang.

Gelombang tinggi di perairan Malra telah menyebabkan 35 rumah dan satu unit puskesmas pembantu di Desa Ohoirenan terendam air laut. Tiga rumah rusak berat, sedangkan talud dan jalan desa juga termakan abrasi. Hingga petang ini, gelombang masih konstan berkecamuk dengan tinggi 3-4 meter. Angin kencang juga bertiup di wilayah Kei Besar dan terasa sampai di Kei Kecil.

Warga setempat menduga puluhan desa di sebelah timur Kei Besar berada dalam bahaya sebab karakternya sama dengan desa Ohoirenan yakni sama-sama berada di bibir pantai.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement