getting time...

NEWS » News

Ratusan Siswa di Karanganyar Tidak Lulus UN

Minggu, 14 Juni 2009 02:08 wib

KARANGANYAR - Sedikitnya 338 siswa SMA sederajat di Karanganyar, Jawa Tengah, dinyatakan tidak lulus, dalam pengumuman kelulusan ujian nasional (UN), Sabtu, (13/06/2009). Dari total 7.322 perserta UN di daerah ini, siswa SMK menempati peringkat teratas untuk siswa yang tidak lulus, yakni 298 siswa.

Kabid Pendidikan dan Olah Raga, Dinas Pendidikan Kota Karanganyar Sugiyanto mengatakan, hasil tersebut belum dinyatakan final, lantaran pihaknya  masih terus memperdebatkan persepsi penentuan angka kelulusan.

Hal tersebut sesuai surat keputusan (SK) Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) tentang ujian kompetensi keahlian (UKK). Dalam SK tersebut, BSNP menetapkan UKK terdiri dari ujian tulis dan praktek.

Pada UKK yang digunakan sebagai standarisasi lulus UN adalah ujian praktek dengan nilai minimal 7,00. Sementara UKK tertulis hanya dipakai untuk prasyarat kompetensi keahlian dengan nilai minimal 4,00.

Untuk tingkat SMA, siswa yang tidak lulus mencapai 32 orang. Jumlah terbanyak terdapat di SMA Colomadu, Karanganyar yang mencapai 20 orang. Dengan rincian 9 orang dari IPA dan 11 orang dari IPS.

Sementara di Madrasah Aliyah (MA), dari 512 perseta UN hanya 8 orang yang dinyatakan tidak lulus. Sebanyak 6 siswa dari MAN Karanganyar dan 2 lainnya dari MA Miftahul ulum.

Dari data Dikpora, SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar paling banyak memiliki siswa yang tidak lulus, yakni mencapai 62 siswa. Disusul SMK TUN Muda Karanganyar sebanyak 36 siswa dan SMK Satya Karya sebanyak 30 siswa.

"Apabila dilihat dari prosentase angka kelulusan, tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tahun ini mencapai 93 persen dari 86 persen tahun lalu," papar Giyanto, diruang kerjanya.

Terkait masih adanya siswa yang tidak lulus, Giyanto memperkirakan masih banyak siswa yang terkecoh dengan isu bocoran UN. Apalagi letak Colomadu berdekatan dengan Solo yang pelaksanaan UN-nya diwarnai isu bocoran UN melalui SMS.

Dari 18 SMA di Karanganyar, angka kelulusan di 12 SMA mencapai 100 persen. Sementara untuk MA, dari 4 MA yang ada hanya 2 yang mampu meluluskan semua peserta UNnya dengan sempurna.


(Bramantyo/Trijaya/ded)

  • Henry Sasongko » 0 Tanggapan
    Lebih baik ga? lulus tapi jujur?.. Mungkin aj yang ga' lulus itu bangga soalnya dia usaha ndiri... Daripada tmen2nya yang lulus tp dpt bocoran... Kaya? gue lho ?. Meski dapet nilai terendah di skul tpi tuch usaha gue ndiri? Gue gak nyesel tapi malah bangga? Meski tmen2 yang laen dapet nilai bagus tapi ngandalno joki? Mending gak sekolah aku ngono
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Agus Tri makno » 0 Tanggapan
    kagem dinas pendidikan ..pak larno kasi SMK..sabtu pagi bapak menjelaskan kalau nilai ujian praktek dirata-rata dengan ujian teori apa betul ? di POS kan tidak seperti itu ? UKK tertulis dipakai untuk prasarat kompetensi keahlian dengan nilai minimal 4,00 . bukankah dalam POS UN masih ada tambahan kalimat " nilai uji kompetensi keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN... apakah Nilai teori kejuruan merupakan penentu pokok siswa lulus atau tidak lulus..matur nuwun
    Beri Tanggapan Laporkan
  • hery » 0 Tanggapan
    makanya belajar yang rajin!!jangan ngarepein dari temen!!pa lg bocoran jawaban! ginikan akhirnya.buat yang gak lulus tenang ja!banyak temennya.ambil hikmahnya ja!ini bukan akhir dari semuanya!nyanye wae yo>>>
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ii nuryat » 0 Tanggapan
    saya merasaprihatin sama teman-teman disana yang tidak lulus,kalo dengan terus ningkatin standar,v belajarnya gitu2 zmah,dan ga diperhatiin,sama z boOnk,sagalage kudu saimbang euy,oia,,saya mau tau donk informasi kelulusan di ciamis yang MA,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • intan » 0 Tanggapan
    kasihan para siswa yang tidak lulus ujian pemerintah selalu mempersulit kelulusan para siswa padahal ada cara lain yang lebih kreatif daripada manaikkan standar kelulusan mungkin jika ada salah satu anak dari Pemerintah yang tidak lulus kebijakan ini baru di rubah
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.